PSIS Semarang

PSIS Semarang logo

PSIS Semarang

Magelang/Jawa Tengah

Tahun Didirikan

1932

Stadion

Moch. Soebroto

Pemilik

Maulana Azwani (CEO PT. Mahesa Jenar)

Manajer

Wahyu 'Liluk' Winarto

Pelatih

Vincenzo Alberto Annese

Sejarah Tim

Didirikan pada tahun 1932, PSIS adalah salah satu tim sepak bola tertua di Indonesia. Sebelumnya dikenal sebagai Voetbalbond Indonesia Semarang.

Para pendukung PSIS Semarang menyebut diri mereka Panser Biru (Pendukung Pasukan Semarang Biru) dan Snex (Suporter Semarang Extreme) pendukung yang paling bersemangat dan fanatik di Indonesia. Panser Biru Blue Panzer lahir pada 25 Maret 2001, dan melalui proses yang panjang. Ketika PSIS menjadi juara pada 1999, Sebenarnya sudah banyak penggemar Semarang dan sekitarnya pendukung setia dukungan Mahesa Jenar, tetapi ketika itu belum terkoordinasi.

PSIS Semarang yang diperkuat dua pemain asing Julio Alcorsé dan Ronald Fagundez memulai Liga Indonesia Premier Division 2014 dengan luar biasa, memuncaki klasemen Grup 4 dengan hanya 1 kekalahan. Di babak ke-2, PSIS Semarang bermain sangat fantastis dan telah dipastikan maju ke semifinal bersama dengan PSS Sleman sebelum putaran ke-2 selesai, termasuk kemenangan melawan Persiwa Wamena 5-0. Hari Nur Yulianto mencetak 14 gol dan menjadi pencetak gol terbanyak keempat Liga Premier Indonesia 2014 dan Julio Alcorsé di posisi ke-7 dengan 13 gol.

Sayangnya, langkah yang dibangun dengan susah payah sejak awal musim harus berakhir tragis di pertandingan final untuk posisi yang hanya juara grup dan runner-up dengan PSS Sleman. PSS Sleman dan PSIS Semarang melibatkan Calciopoli di mana kedua klub sama – masing-masing ingin dikalahkan agar tidak bertemu dengan Pusamania Borneo FC. Hingga terjadi 5 gol bunuh diri dalam 7 menit, dan akhirnya pertandingan berakhir dengan skor 2–3 untuk PSS Sleman. Sebagai akibat dari skandal ini, PSIS Semarang didiskualifikasi dari putaran ke-2 (babak delapan besar). Sementara pelatih kepala Eko Riyadi, Striker Saptono, Fadli Manan dan GoalKeeper Catur Adi Nugraha menerima hukuman seumur hidup tidak boleh bermain di sepakbola Indonesia dan denda masing-masing 100 juta rupiah.

1

Champion

Perserikatan

Juara 1 (1987)

1

Champion

Liga Primer Indonesia

Juara 1 (1998)

1

Champion

Divisi Satu Liga Indonesia

Juara 1 (2001)
Image