Salah satu aspek penting dalam permainan bola adalah pertahanan. Tentu saja ciri dari pertahanan yang bagus adalah minim kebobolan. Dan itu tidak terjadi di kubu Arsenal.  Kalah sebanyak dua kali dan hanya menang dua kali di empat laga tentu saja tidak bagus. Apalagi Arsenal kebobolan banyak gol. Lihat saja di laga verus Cardiff City, Arsenal kebobolan dua gol. Itu saja sudah cukup membuktikan bahwa Arsenal memang sedang rapuh pertahanannya.

Kebobolan banyak gol di kubu Arsenal menempatkannya di posisi kedua tim kebobolan terbanyak di liga Inggris. Total The Gunners sudah kemasukan 8 gol. Tentu saja ini tidak bisa dibiarkan bila hasrat finish di empat besar masih ada. Emmanuel Pettit menyatakan “ Sulit bagi Arsenal untuk bisa bersaing finish empat besar karena pertahanan mereka masih sangat rapuh. Liga Inggris tidak akan memberi kesempatan bagi tim yang lemah di lini belakang untuk finish di The Big Four”

Mustafi dan Bellerin masih dipercaya mengawal lini belakang Arsenal saat ini. Bellerin memang sudah lama menjadi fullback karena kecepatannya. Mustafi musim lalu sempat dibekap cedera yang membuatnya harus menepi di banyak pertandingan. Emery tampaknya mempercayai pemain asal Jerman ini untuk menjadi bek tengah. Sementara pemain baru yang didatangkan dari Juventus yaitu Lichtsteiner belum sering menjadi line up. Entah apa alasan Emery tidak memasangnya sebagai pemain inti di lini belakang.

Pettit beranggapan Arsenal selalu mengulangi kesalahan yang sama terkait rapuhnya lini belakang. Arsenal di era Wenger dan Emery dianggap masih sama yaitu lemah di lini belakang. Pettit menyatakan bahwa Arsenal ceroboh saat melawan Cardiff sehingga kebobolan dua gol.  Hal ini bila tidak segera diperbaiki akan membuat Arsenal tidak bisa bersaing dengan tim besar lainnya.

Mantan pemain The Gunners itu belum yakin dengan kemampuan Emery melatih Arsenal bila hasilnya masih seperti ini. Ia sangat menyarankan Emery untuk segera memperbaiki lini belakang agar minim kebobolan. Namun Pettit juga menyoroti bagusnya pemain depan yang dimiliki Arsenal. Ia berkeyakinan Lacazette dan Aubumeyang bisa mencetak banyak gol karena kedunya tajam. Tapi hal itu akan percuma bila kebobolan lebih banyak di satu pertandingan.

Musim lalu Arsenal finish di peringkat keenam. Tentu saja jatah liga Champions musim ini sudah tidak ada lagi karena Liga Inggris hanya mendapatkan enam jatah untuk Liga Champions. Misi untuk kembali berlaga di liga paling bergengsi di Eropa ini tentu saja menjadi hal yang harus dicapai. Belum lagi mencoba untuk mendapatkan gelar liga Inggris juga harus menjadi target karena Arsenal sudah lama tidak mendapatkannya.

Tidak mudah tentu saja tapi semua masih mungkin terjadi dengan satu syarat ada perbaikan di tubuh Arsenal. Emery sendiri memang sangat yakin anak asuhnya akan bisa berbuat banyak di musim ini. Namun keyakinan tanpa eksekusi rencana yang tepat  bisa saja menjadi percuma. Emery sebelumnya melatih PSG. Dengan pemain yang bertabur bintang, memang belum ada prestasi yang bagus diraih oleh pelatih asal Spanyol ini. hanya juara liga Prancis dan juara piala Prancis saja yang didapat. Di Liga Champions, Emery dianggap gagal total.  Tentu saja bersama Arsenal pelatih ini punya target kesuksesan yang lebih besar. Ia tak akan mau mengulangi kesalahan saat membela PSG.  Mampukah Emery membuat Arsenal Berjaya di musim ini ? Memang masih jauh mendapatkan jawaban dari pertanyaan ini namun tanpa pertahanan yang bagus tidak akan pernah Arsnal mendapatkan semua impiannya.

Tinggalkan Balasan