Watford akhirnya menelan kekalahan di Liga Inggris setelah empat laga dilalui dengan sempurna. Pada laga di pekan ke lima di Vicarage Road, Watford harus mengakui keunggulan Setan Merah. Watford kalah 1-2 dan ini memutus catatan apik di awal liga Inggris. Di babak pertama, MU mendominasi pertandingan dengan melepas lebih banyak percobaan dibandingkan tim tuan rumah. Di babak pertama, MU sudah unggul 2-0 dan tentu saja ini membuat anak asuh Mou bermain lebih lepas. Akan tetapi di babak kedua, MU berbalik ditekan oleh Watford. Alhasil, satu gol berhasil dibuat sehingga skor menjadi 1-2 tapi sayang sampai peluit tanda pertandingan berakhir, gol tidak terjadi lagi dan MU berhasil meraih tiga poin pada laga ini.

Dengan kekalahan ini, Watford turun di klasemen. Anak asuh Javi Gracia itu hanya ada di peringkat empat. MU sendiri berhasil ada di peringkat 9, perolehan poin mereka sama dengan Spurs dan Arsenal yaitu 9 poin dari lima laga. Hanya kalah selisih gol yang membuat United ada di peringkat lebih rendah dari kedua rivalnya itu. Sebelum laga dimulai, banyak yang memprediksi MU akan kalah karena sang lawan sedang di performa terbaik. Gracia sendiri didapuk sebagai manajer terbaik setelah berhasil membawa Watford tak terkalahkan di empat laga. Namun Mou berhasil membungkam para pengkritik dengan raihan tiga poin.

Pada laga ini, Mou kembali mempercayakan Lukaku sebagai penyerang utama didampingi oleh Sanchez dan Lingard.  Sementara di lini tengah, Felaini, Pogba dan Matic menjadi line up. Lindelof, Smalling, Young dan Valencia ada di lini belakang.  Strategi yang diterapkan Mou ternyata berhasil. MU menguasai bola dari menit pertama sampai turun minum dan dua gol tercipta pada laga ini.

Manajer Watford mengatakan “kami bermain buruk di babak pertama tapi di babak kedua kami bisa mendominasi. MU lebih efektif karena bisa membuat dua gol di babak pertama dan itu merupakan pukulan bagi kamu”

Kekalahan Watford ini ternyata memperpanjang catatan buruk saat melawan MU. Di 14 pertemuan Watford dengan MU, anak asuh Gracia ini kalah 13 kali. Dari head to head itu, tentu terlihat bahwa MU memang masih di atas kertas dan Pogba Cs berhasil mempertahankan dominasinya terhadap Watford . Anak asuh Gracia hanya menang sekali yaitu pada September 2016 dengan sor 3-1  di kandang sendiri.

Kemenangan ini tentu saja berdampak positif bagi United. Setidaknya kritik yang selama ini datang bisa dimentahkan karena United mulai konsisten tampil baik. Mourinho sendiri memang menolak MU sedang ada dalam masalah termasuk terkait rumor ketertarikan Pogba ke Barcelona. Mou mengatakan semua adalah omong kosong karena pemain sendiri belum pernah berterus terang kepadanya ingin pindah.

Memenangi laga melawan Watford memang sangat berarti. Selain memperbaiki posisi di klasemen, setidaknya ruang ganti MU akan semakin kondusif. Tapi sayang pada laga lainnya Chelsea dan Liverpool dan juga City  berhasil meraih kemenangan sehingga poin dengan tiga rival itu masih tetap berjarak lebar.  Musim masih panjang tentu saja MU masih punya banyak kesempatan untuk menambah poin sehingga menjadi penantang juara Liga Inggris. Meski tidak diunggulkan, Mou tetap yakin persaingan masih terbuka lebar. Selalu ada kejutan di Liga inggris dan perkara siapa yang juara akan ditentukan sampai musim berakhir.

Tinggalkan Balasan