Pada hasil sidang rapat komisi disiplin PSSI rupanya tak hanya memberikan sanksi terhadap klub yang sedang terjadi masalah yakni aksi pengeroyokan oleh para suporternya saja, namun PSSI juga memberikan beberapa sanksi lain terhadap beberapa klub yang berada baik di kompetisi liga 1 senior maupun yang berada pada liga 2. Sanksi ini diberikan lantaran PSSI menilai para pelanggar tersebut telah melanggar etika pada saat pertandingan apalagi etika mereka terhadap wasit selaku pemimpin pertandingan. Dalam hal ini salah satu klub dari Pulau Kalimantan juga terkena sanksi yakni Barito Putera atau yang kerap dijuluki sebagai laskar antasari.

Dalam hal ini yang dikenai sanksi oleh PSSI terhadap laskar antasari malah bukan para pemainya, justru para offical dari laskar antasari dan juga pelatih dari laskar antasari itu sendiri yakni coach Jacksen F Tiago. Sanksi ini diberikan oleh PSSI terhadap para official dan juga pelatih laskar antasari atas dasar dari beberapa laga yang terjadi antara Bhayangkara FC dan juga Bali United dan dalam kasus ini ternyata bentuk pelanggaranya terjadi dengan wasit yang merupakan pemimpin pada semua pertandingan dan harusnya dihormati semua keputusanya apalagi oleh para official dan juga pelatihnya yang merupakan cerminan dari suatu klub tersebut. Apabila official dan pelatih dari suatu tim bersikap baik dan bijaksana terhadap keputusan wasit tentu saja para pemainya juga akan melakukan hal yang terhadap wasit namun pada laga kali ini sikap tersebut tak ada sama sekali.

Dari kubu pelatih laskar antasari yakni coach Jacksen F Tiago ia dikenai sanksi oleh komisi disiplin PSSI karena melakukan protes yang berlebihan terhadap wasit atas keputusan yang sudah ditetapkan oleh wasit pada saat pertandingan bahkan coach Jacksen F Tiago juga sempat menempelkan badanya ke wasit. Pada saat itu laskar antasari sedang melakukan pertandingan dengan Bali United pada Selasa tanggal 18 September lalu. Dan atas dasar pelanggaran etika yang dilakuka oleh coach Jacksen F Tiago ini ia dikenai sanksi denda oleh komisi disiplin PSSI dengan denda sebanyak Rp. 45.000.000 (empat puluh lima juta rupiah). Angka tersebut merupakan angka yang tidak sedikit.

Namun coach Jacksen F Tiago mengatakan bahwa ia sudah mengetahui bahwa ia akan dihukum oleh PSSI suatu saat nanti dan juga ia mengatakan bahwa ia memang pantas mendapat hukuman tersebut atas dasar pelanggaran etika yang dilakukanya terhadap wasit. Bukan hanya coach Jacksen F Tiago saja yang mendapatkan hukuman sanksi dari pihak komisi disiplin PSSI. Beberapa official dari laskar antasari juga dikenai hukuman oleh pihak komisi disiplin PSSI atas kasus yang sama yakni pelanggaran etika terhadap wasit pada saat pertandingan. Dalam hal ini pelanggaran etika yang dilakukan oleh beberapa official laskar antasari adalah protes terhadap wasit yang terlalu berlebihan atas dasar keputusan yang dibuat oleh wasit. Dalam hal ini ada 2 official dari laskar antasari yang dikenai sanksi oleh pihak komisi displin PSSI. Yang pertama adalah Victor Da Silva yang diberi sanksi lantaran melakukan protes yang terlalu berlebihan terhadap wasit pada saat pertandingan melawan Bali United dan atas pelanggaran ini ia dikenai sanksi berupa teguran keras. Yang kedua ada Felipe Martins yang juga official dari laskar antasari dan juga melakukan pelanggaran yang sama dengan Victor Da Silva dan juga dikenai hukuman yang sama yakni berupa teguran keras.