Pasca tragedi pengeroyokan yang menimpa salah satu anggota jak mania hingga tewas PSSI langsung mengambil tindakan tegas dengan menghentikan sementara kompetisi liga 1 senior sampai batas waktu yang diberikan hal ini dilakukan oleh PSSI sebagai bentuk penghormatan bagi korban pengeroyokan dan juga sebagai langkah evaluasi bagi pihak PSSI lantaran bukan kali ini saja tragedi ini terjadi melainkan sudah terjadi sering kali dan telah menimbulkan banyak korban yang tewas juga. Selain memberhentikan liga 1 senior, hasil rapat dari PSSI juga memberi sanksi terhadap klub yang dinilai lalai pada saat pertandingan sehingga menimbulkan jatuhnya korban. Bukan itu saja rapat tersebut juga memberi sanksi pada klub dan pemain lain karena dinilai melanggar etika saat bermain.

Dari kubu klub yang dikenai sanksi atas dasar kasus pengeroyokan, pihak PSSI menghukum klub, panitia pelaksana, suporter, pelaku pengeroyokan serta para pemainya. Dari kubu klub mereka diharuskan bermain di luar Pulau Jawa pada saat sedang bermain home dan juga para penontonya dilarang melihat sampai akhir musim serta sampai setengah musim 2019 pada saat melakukan laga home di Jawa. Dari pihak panitia pelaksana PSSI memberikan hukuman atas dasar perlakuan dari panpel yang dinilai mengintimidasi pihak lawan pada saat MCM. Atas dasar ini pihak panpel dari ketua dan security dilarang ikut serta dalam kepanitiaan selama 2 tahum dan didenda sebesar Rp. 100.000.000.

Dari pihak suporter mereka dikenai sanksi lantaran mengintimidasi tim lawan dan juga melakukan aksi sweeping sebelum pertandingan. Atas dasar ini mereka dikenai hukuman dilarang melihat langsung timnya bermain hingga setengah musim tahun 2019 sejak keputusan ini dibuat. Dan dari kubu pelaku pengeroyokan seorang jak mania hingga tewas mereka diberikan hukuman berupa larangan menonton pertandingan sepak bola di kawasan NKRI seumur hidup.

Selain hukuman dan sanksi atas kasus pengeroyokan tersebut, pihak PSSI juga merilis beberapa kasus lain yang terjadi pada kompetisi liga 1 senior. Salah satunya adalah hukuman bagi beberpa pemain lantaran melanggar etika pada saat jalanya pertandingan. Dan dari klub Pesib Bandunglah yang mempunyai banyak pemain yang melanggar etika bermain. Yang pertama ada Jonatan Bauman yang dikenai sanksi lantaran menyikut pemain lawan dan dihukum larangan bermain selama 2 pertandingan. Yang kedua ada Ezechiel Ndouasel yang dikenai sanksi karena menyikut dan dengan sengaja mendorong kepala lawan dan dikenai hukuman larangan ikut bertanding selama 5 pertandingan. yang ketiga ada Bojan Malisic yang dikenai sanksi lantaran menendang pemain lawan dan dihukum larangan ikut dalam pertandingan selama 4 kali.

Ternyata bukan hanya Persib yang pemainya dikenai banyak hukuman. Namun dari pihak Persija juga memiliki banyak pemain yang terkena sanksi dari PSSI. Yang pertama ada Riko Simanjutak yang dikenai sanksi lantaran terlibat keributan dengan pemain lawan dan diberi hukuman berupa terguran keras. Yang kedua ada Sandi Darma Sute yang dikenai sanksi lantaran dengan sengaja menjatuhkan pemain lawan dan dihukum larangan bermain sebanya 3 pertandingan. Yang ketiga ada Ismed Sofyan yang dikenai sanksi lantaran dengan sengaja menendang kaki pemain lawan dan dihukum larangan bermain selama 3 pertandingan. Yang ke empat ada Renan Da Silva yang dikenai sanksi oleh pihak PSSI lantaran dengan sengaja menikut pemain lawan pada saat pertandingan dan atas kejadian ini Renan Da Silva dikenai hukuman oleh PSSI yaitu larangan bermain selama 2 pertandingan.