Usai peristiwa pengeroyokan yang memakan korban seorang suporter dari laskar macan kemayoran, PSSI secara resmi membekukan pertandingan liga 1 sampai batas waktu yang belum ditentukan. Korban tersebut bernama Haringga Sirla seorang suporter dari laskar macan kemayoran yang tewas dengan mengenaskan setelah dikeroyok oleh para suporter dari laskar maung bandung pada pertandingan antara laskar macan kemayoran dan laskar maung bandung yang bertempat di markas laskar maung bandung yakni di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada hari Minggu tanggal 23 September 2018.

Pertandingan liga 1 tersebut secara resmi dibekukan pada hari Selasa tanggal 25 September 2018. Edy Rahmayadi selaku ketua PSSI lah yang menyatakan pembekuan tersebut. Pada rapat yang digelar di Hotel Borobudur dengan Exco PSSI ia menyatakan bahwa liga 1 senior akan dibekukan sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan.

Tindakan pembekuan dari liga 1 senior ini merupakan salah satu bentuk keprihatinan dari PSSI terkait kejadian yang menimpa salah satu jak mania yakni Haringga Sirla pada saat pertandingan antara laskar maung bandung dan laskar macan kemayoran yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada hari Minggu tanggal 23  September 2018 lalu.

Tujuan pembekuan ini menurut yang dituturkan oleh Edy Rahmayadi selaku ketua PSSI adalah sebagai bentuk penghormatan untuk korban dari pengeroyokan tersebut. Selain itu Edy Rahmayadi juga menuturkan kalau setelah melakukan pembekuan ia akan melakukan evaluasi terkait kejadian tersebut yang bukan pertama kali terjadi namun sudah beberapa kali terjadi selama liga 1 digelar.

Korban tewas akibat ulah pengeroyokan suporter ini bukanlah yang pertama kali. Menurut data dari Litbang SOS (Save Our Soccer) sudah ada 76 orang suporter sepak bola Indonesia yang tewas akibat aksi main hakim sendiri ini. Angka ini bukan merupakan angka yang kecil mengingat perhitungan data ini sudah dilakukan sejak tahun 1994. Data ini juga dikatakan oleh pihak Litbang SOS belum lengkap dan mungkin saja masih ada kasus pembunuhan suporter lain yang belum diketahui.

Dari pihak Menpora mereka juga akan melakukan evaluasi terkait kasus yang terjadi kali ini karena bukan tidak mungkin aksi ini bisa saja terjadi pada kemudian hari. Oleh karena itu pihak Menpora dan PSSI akan mengadakan rapat evaluasi guna mencegah terjadinya hal semacam ini lagi. Menpora juga meminta bagi para masyarakat untuk segera menghentikan penyebaran video pengeroyokan terhadap Haringga Sirla. Hal ini untuk mencegah timbulnya kabar hoax di masyarakat.

Dampak dari pembekuan liga 2 ini pun datang dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari salah satu kesebelasan dari Jawa Timur yakni Arema Malang. Arema yang akan menjamu Persebaya pada pekan ini sempat bingung terkait pembekuan yang dilakukan PSSI terhadap liga 1. Hal ini terkait penjualan tiket yang dilakukan oleh panitia pelaksana terkait pertandingan antara singo edan dan bajul ijo yang akan datang. Panitia pelaksana pada pertandingan tersebut sudah memberikan pernyataan terkait hal tersebut. Karena antusiasme dari para Aremania yang sudah jauh-jauh hari memesan tiket sebelum pertandingan tersebut dimulai. Panitia pelaksana menuturkan lewat akun sosial medianya bahwa tiket bisa diuangkan dan bisa terus berlaku. Menurut penuturan dari panpel tiket yang sudah terlanjur dibeli bisa terus berlaku apabila suatu saat pertandingan antara Arema dan Persebaya dimulai lagi. Dan bagi yang ingin menukarkanya dengan uang panitia pelaksana juga akan melakukan hal tersebut namun tak ada jaminan jika suatu saat akan kebagian tiket lagi.

Tinggalkan Balasan