Laga yang digelar antara PSMS Medan dan Perseru Serui ini terjadi di markas Perseru Serui yakni stadion Marora pada hari Minggu (16/09/2018). Laga ini sukses membuat laskar ayam kinantan mencuri 1 poin dari tim tuan rumah yakni si hitam jingga. Pada awal pertandingan kedua tim sama-sama mendominasi permainan dengan terus menyerang satu sama lain. Beberapa peluang emas juga tercipta dari kedua kubu namun sayangnya semua peluang emas tersebut gagal dimanfaatkan sehingga tidak menciptakan gol sama sekali. Salah satu peluang emas yang tercipta bagi kubu si hitam jingga terjadi pada menit ke-38. Peluang ini tercipta dari kaki Mazhino. Mazhino yang bertindak sebagai pengeksekusi tendangan bebas tak bisa mengoyak gawang PSMS karena tendangan tersebut berhasil dipatahkan oleh kiper. Pada saat babak pertama drama pemberian kartu kuning pun terjadi berulang kali. Tercatat 3 kali kartu kuning dikeluarkan dari saku wasit bagi kedua tim. Pada menit ke-19 tim tamu yang harus terlebih dahulu mendapat hadiah kartu kuning lantaran salah satu pemainya telah dianggap wasit melakukan pelanggaran. Pemain yang mendapat kartu kuning tersebut ialah Gusti Sandria. Setelah kartu kuning tersebut permainan berjalan lebih agresif lagi dari kubu kedua tim. Adu fisik pu tak bisa terelakkan pada kompetisi perebutan bola. Adu fisik tersebut tercatat terjadi pada sekitar menit ke-26 yang membuat kedua kubu mendapat hadiah kartu kuning dari wasit. Dari kubu laskar ayam kinantan yang mendapat hadiah kartu kuning ialah stoppernya yaitu Reinaldo Lobo. Sedangkan dari kubu tuan rumah yaitu laskar hitam jingga pemain yang harus dihadiahi kartu kuning ialah Silvio Escobar. Hingga peluit panjang tanda babak pertama dihentikan tak satu gol pun yang tercipta dari kedua kubu yang membuat skor mereka tetap imbang dengan skor kacamata 0-0.

Pada saat babak kedua keadaan pun seakan tidak berubah. Kedua tim masih terus saling menyerang satu sama lain. Perubahan strategi juga diterapkan oleh kedua kubu tim tersebut. Salah satunya adalah kedua tim tersebut melakukan beberapa rotasi terhadap pemainya. Dari kubu laskar hitam jingga mereka melakukan rotasi pemain sebanyak 2 kali. Yang pertama mereka melakukan rotasi terhadap Osmar Dos Santos yang keluar dan digantikan dengan Makarius Suruan. Yang kedua mereka melakukan rotasi pemain terhadap Habel Boaz Inszaghi yang keluar dan digantikan dengan Anton Pairie. Tujuan diterapkanya rotasi pemain ini adalah untuk menambah daya gedor dari laskar hitam jingga. Namun sayangnya strategi rotasi pemain ini tak cukup berdampak terkait daya gedor laskar hitam jingga. Dari kubu laskar ayam kinantan mereka juga melakukan strategi yang sama dengan laskar hitam jingga yaitu dengan melakukan rotasi pemain. Pemain laskar ayam kinantan yang dirotasi adalah Felipe Martins yang keluar dan digantikan dengan Erwin Ramdani.

Pada menit ke-72 kebuntuan gol tersebut akhirnya pecah. Gol kali ini berpihak pada tuan rumah terlebih dahulu. Gol ini terjadi melalui tendangan pinalti. Wasit memberikan tendangan pinalti kepada tuan rumah lantaran salah satu pemain laskar ayam kinantan melakukan pelanggaran di kotak terlarang. Alberto De Paula yang bertindak sebagai eksekutor pun tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Tendangan pinaltinya tak mampu ditahan kiper Abdul Rohim. Namun kejutan datang dari tim tamu dimana pada menit akhir pertandingan yakni menit ke-93 PSMS mampu mengimbangi skor menjadi 1-1 lewat gol yang tercipta dari kaki Frets Butuan. Gol ini menjadi penyelamat bagi tim tamu.

Tinggalkan Balasan