Pembaca setia sepakbola Indonesia Hasil sempurna diperoleh Tottenham Hotspurs di tiga laga perdana liga Inggris. Newcastle, Fulham dan MU menjadi korban kekompakan anak asuh Pochetino. Yang mengejutkan adalah kemenangan Spurs di Old Trafford dengan skor 3-0. Tentu saja itu di luar dugaan banyak orang mengingat Old Traford selalu angker bagi para tim yang datang bermain.  Kemenangan atas MU ternyata tidak membuat Pochetino jumawa. Ia mengingatkan anak asuhnya untuk melihat kembali permainan di laga melawan United. Ada banyak kelemahan di babak pertama yang mungkin saja membuahkan gol bagi lawan. Perbaikan harus tetap dilakukan agar Spurs bisa tampil bagus di setiap laga.

Fakta tim sepakbola Indonesia mengemukakan jika di pekan keempat BPL, Watford akan menjadi lawan Kane Cs. Tentu saja ini laga yang tidak mudah bagi Spurs karena Watford pun menyapu bersih tiga laga perdana BPL.  Spurs memang tidak melakukan pembelian pemain di musim ini. Tidak seperti tim-tim lain mengeluarkan uang banyak untuk membeli pemain, Spurs tetap percaya dengan skuad yang ada.

Semenjak diasuh oleh Pochetino, Spurs memang menjelma menjadi tim tangguh. Bukti penelitian tim sepakbola Indonesia, tiga tahun terakhir ini, Kane Cs selalu saja finish di empat besar. Tentu saja itu membuat Spurs mulai diperhitungkan menjadi penantang juara BPL di setiap musimnya. Minim belanja pemain tidak membuat tim ini tampil buruk. Tak tik bola Counter Pressing tampaknya berhasil membuat Spurs tampil apik.   Tidak mau kehilangan bola, membuat spurs main ngotot sehingga ball possession kerap menjadi milik anak asih Pochetino.

Spurs memang tidak membeli pemain bagus musim ini tapi tim yang bermarkas di London Utara ini juga tidak melepas pemain andalannya. Sebut saja Kane yang tampil apik di Piala Dunia tetap ada di Spurs padahal tim besar seperti Madrid mengincar jasa pemain tajam ini.  Pemain belakang Anderweild juga tetap ada di Spurs mengingat sang pemain jadi incaran MU di musim ini.  Lucas Moura yang musim lalu dibeli dari PSG mulai tampil bagus. Mungkin faktor tersebut, manajemen Spurs tidak mendatangkan satu pun pemain.

Pochetino yakin Tottenham akan bisa berbuat banyak di musim ini tapi ia juga sadar untuk bisa mendapatkan trofi bergengsi semua tidak akan mudah didapatkan. Untuk mendapatkan trofi BPL, Spurs harus bersaing dengan juara bertahan City dan juga Liverpool yang belanja besar-besaran musim ini. Belum lagi Chelsea dengan wajah barunya bersama Sarri. Kemenangan telak atas MU memang memberi sinyal bagi tim lain bahwa Spurs adalah pesaing tangguh untuk perebutan trofi BPL tapi sang pelatih enggan untuk menjadikan satu laga saja sebagai patokan untuk menentukan langkah di BPL musim ini.

Tentu patut dinanti counterpressing ala Pochetino di Spurs. Apakah tim ini berhasil membuktikan gaya sepak bola itu akan berhasil mendatngakan trofi atau tidak. Sejuah ini, Spurs mendapatkan kritik dari banyak pihak terkait minimnya trofi yang hadir ke tim asal London Utara ini.  tentu sudah saatnya Spurs mendapatkan piala bergengsi seperti juara BPL dan juara Liga Champions. Tapi tidak akan pernah mudah karena raksasa eropa seperti Madrid, Munchen dan Barcelona tidak pernah mudah dikalahkan.

Kurang pengalaman di kompetisi besar dan juga tidak hadirnya pemain kelas dunia di Spurs bisa saja menjadi faktor penyebab mengapa tim ini gagal meraih juara di setiap musimnya. Tapi sang manajer yakin trofi akan datang pada saat yang tepat dan musim ini adalah waktunya.

Tinggalkan Balasan