Kedatangan Unai Emery di Arsenal tentu saja berdampak pada berbagai aspek di tim itu khususnya untuk cara Arsenal memainkan bola di atas lapangan hijau. Terlihat bola dialirkan dari kiper hingka ke pemain belakang ala kiki taka. Kiper terlibat secara langsung dengan permainan bola yang terlhat dari Chech yang kerap mendribel bola layaknya pemain tengah. Tapi adaptasi dari permainan Emery tidak langung cepat. Kesahalan-kesalahan masih kerap terjadi.. Lihat saja betapa Arsenal masih mati-matian mengalahkan tim sekelas Cardiff City.

Yang sangat merasakan kerepotan akan tak tik baru Emeri adalah Chech. Kiper gaek ini melakukan blunder pada laga melawan Cardiff. Terlihat ia masih canggung terlibat lansung ke permainan tim yang saat ini seperti cara Barcelona bermain. Beberapa pengamat menyatakan hal itu wajar karena kiper yang terbiasa dengan bola-bola panjang akan sulit dengan operan pendek.

Campbell yang merupakan mantan pemain Arsenal semasa dilatih oleh Wenger menyatakan bahwa kesalahan yang terjadi di permainan Arsenal wajar sekali. Emery menginstruksikan semua pemain untuk bermain padu dengan operan pendek. Permainan ala Barca diterapkan di Arsenal saat Unai Emery melatih sehingga wajar saja semua pemain harus beradaptasi dengan gaya baru Barca.

Tapi sang legenda The Gunners itu yakin bahwa suatu saat nanti, perlahan tapi pasti, tak tik Emery akan berhasil diterapkan dengan baik.  Asenal memang belum bagus di empat laga awal Liga Inggris. Terlihat dari posisi tim yang masih ada di papan tengah. Kalah dua kali dan menang dua kali ternyata belum cukup membuat Emery dicap bagus. Tapi para pemain Arsenal yakin tim akan terus berkembang. Permainan Arsenal akan semakin bagus dari hari ke hari sehingga bisa mendatangkan kemenangan yang konsisten.

Emery memang tidak banyak mendatangkan pemain bagus.  Wajah-wajah pemain musim lalu masih setia bermain untuk Arsenal. Ozil, Ramsey, Bellerin dan Aubumeyang masih ada di line up Emery pada banyak pertandingan di musim ini.  Persaingan di Liga Inggris tentu saja tak mudah. Liverpool belanja besar dengan mendatangkan Keita dan Fabinho serta Allisson. Belum lagi City yang mendatangkan Mahrez dengan harga mahal.

Emery yang menjadi suksesor Wenger memang mendapatkan tantangan besar di Arsenal. Selain karena cara bermain yang beda, Emery pun masih melakukan beberapa perubahan di tim agar bisa tampil baik. Tentu saja perlu proses karena merubah kebiasaan lama tidak akan pernah mudah. Itu yang menjadi alasan kenapa adaptasi Arsenal dengan permainan Emery belum terlihat sampai saat ini. Keyakinan Emery tentu saja ada. Ia yakin bisa berbuat banyak di Arsenal dengan memberi beberapa trofi bergengsi.

Tentu saja kita patut nantikan seperti apa aksi Emery yang memperagakan filosofi permainan ala Barca. Posisi yang bagus di klasemen dan juga raihan beberapa gelar bergengsi tentu yang bisa dijadikan indikasi permainan Arsenal di bawah emery patut diacungkan jempol. Liga Inggris barus aja dimulai. Terlalu dini menyepelekan apa yang diraih Arsenal dibawah asuhan Emery. Yang pasti tantangan besar ada di depan karena Liga Inggris sangat kompetitif. Kedalaman skuad saja mungkin yang akan menjadi masalah bagi The Gunners musim ini. Berharap tidak ada badai cedera adalah satu hal yang mungkin harus dipegang anak asuh Emery.  Mampu tampil konsisten Arsenal ? Biar waktu yang memberikan jawaban pasti.

Tinggalkan Balasan