Laga antara laskar singo edan dan laskar bajul ijo rencananya akan digelar pada hari Sabtu tanggal 6 Oktober 2018 dan bertempat di Stadion Kanjuruhan, Malang. Pada laga kali ini pihak panitia penyelenggara berusaha keras untuk menjaga keamanan dan kondisi baik sebelum, sesudah ataupun pada saat pertandingan. Mengingat suporter dari laskar bajul ijo dan laskar singo edan merupakan kedua suporter yang sama-sama berselisih dan memiliki dendam masing-masing dan juga kedua suporter bola ini juga memiliki loyalitas yang tinggi terhadap tim kesayanganya. Pihak panitia penyelenggara berusaha menjaga kondisi permainan agar tragedi pengeroyokan seorang jak mania yang dilakukan oleh para bobotoh hingga tewas tak terulang lagi pada laga kali ini.

Pihak Aremania juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak aparat kepolisian sekitar untuk pengamanan pada laga kali ini. Rapat soal pengamanan laga ini terjadi pada hari Jumat tanggal 5 Oktober 2018.  Pihak Aremania bahkan berusaha keras untuk menjalankan nota damai antar suporter dimana pihak Aremania tak menerima kedatangan dari para bonek mania ke Stadion Kanjuruhan, Malang pada laga kali itu demi kelancaran pertandingan dan juga demi keamanan bersama. Himbauan ini rupanya juga sudah diberi tahu jauh hari sebelum tragedi pengeroyokan seorang jak mania terjadi. Hal ini mengingat kedua tim ini memang memiliki suporter dengan rivalitas yang sangat tinggi dan sering sekali terlibat kericuhan baik sebelum, sesudah, maupun saat pertandingan berlangsung.

Pihak panitia penyelenggara laga tersebut juga mengatakan bahwa mereka akan menjaga pertandingan tersebut secara menyeluruh dan maksimal agar laga tersebut bisa berjalan dengan lancar dan tanpa gangguan apapun baik dari luar maupu dari dalam. Perisapan yang dilakukan oleh pihak panitia penyelenggara ternyata juga sangat cermat dan teliti. Seperti larangan menggunakan spanduk pada tribune berdiri, larangan menyanyikan lagu rasis yang memang sering menjadi pemicu aksi anarkis lantaran nyanyian rasis ini biasanya berisi tentang cemoohan terhadap tim lawan, suporter lawan, bahkan wasit dalam pertandingan tersebut. Pihak panitia pelaksana rupanya juga melakukan penjagaan pada setiap tribune dan pintu masuk pada Stadion Kanjuruhan untuk menerapkan prinsip 1 tiket 1 orang karena biasanya masih ada saja orang yang langsung menyerobot untuk masuk.

Pihak panitia penyelenggara juga mengingatkan kejadian yang menimpa salah satu jak mania yang terjadi pada laga antara Persib Bandung dengan Persija Jakarta agar tak terulang lagi karena bukan hanya kemarin saja peristiwa tewasnya seorang suporter karena pengeroyokan terjadi melainkan sudah beberapa kali dan korban dari aksi pengeroyokan tersebut juga tak sedikit. Pihak panitia penyelenggara dari Arema juga berencana akan mengadakan simulasi pengamanan menjelang pertandingan dan juga saat selesai pertandingan. Hal ini dilakukan untuk menjaga ketertiban dari para Aremania mengingat jumlah mereka yang tidak sedikit dan tentunya lebih banyak dari pihak keamanan belum lagi ditambah orang umum yang ingin melihat laga tersebut.

Dari pihak kepolisian juga akan melakukan pengamanan dengan ketat. Kapolres Malang juga telah berkoordniasi dengan kapolsek setempat untuk mencegah aksi sweeping yang memang biasa dilakukan para bonek mania sebelum pertandingan. Pihak kepolisian akan mengamankan rute yang nantinya akan dilalui oleh para Aremania pada saat sebelum pertandingan dan mereka juga meminta kepada para Aremania untuk menjaga ketertiban baik sebelum, sesudah maupun saat pertandingan berlangsung karena sebagai pihak tuan rumah sudah semestinya mereka menunjukan perilaku yang baik.