Kali ini kami akan memberikan berita bola Timnas Indonesia terbaru yang saat ini sedang ramai diperbincangkan. Usai kegagalan timnas sepak bola putra dalam ajang Asian Games 2018, rumor pemecatan pelatih Luis Milla terus berhembus kencang. Hal ini dikarenakan Milla gagal meraih target yang dicanangkan oleh PSSI yaitu melaju ke babak semifinal Asian Games 2018. Timnas U23 harus rela tersingkir usai dikalahkan oleh Uni Emirat Arab di babak 16 besar melalui babak adu penalti.

 

Di babak penyisihan grup, Timnas U23 sukses menjadi juara grup A usai mengalahkan perlawanan Hongkong, Taiwan, dan Laos. Timnas U23 hanya menelan satu kekalahan yakni saat menghadapi Palestina. Di babak 16 besar, anak asuh Luis Milla harus menjalani laga yang berat melawan Uni Emirat Arab. Setelah laga berakhir dengan skor sama kuat 2-2, laga dilanjutkan ke babak adu penalti yang berakhir dengan skor 3-4 untuk keunggulan Uni Emirat Arab.

 

Dengan hasil tersebut, Timnas U23 harus rela mengubur impian dalam-dalam untuk dapat melangkah lebih jauh di rumah sendiri. Tidak hanya itu, hasil ini juga akan membuat posisi Luis Milla menjadi terancam. Sudah jauh-jauh hari, PSSI menargetkan posisi empat besar di Asian Games ini. Lalu, apakah Luis Milla masih pantas untuk mempertahankan kursi kepelatihan di Timnas U23? Kami akan mengulasnya dalam berita bola Timnas Indonesia kali ini.

 

Luis Milla merupakan pelatih yang sebenarnya memiliki rekam jejak apik dalam menangani timnas usia muda. Ia pernah membawa Timnas Spanyol muda menjuarai Piala Eropa U21. Sebelumnya, ia juga pernah membawa Timnas Spanyol U19 meraih gelar runner-up di ajang Piala Eropa U19. Ia juga sukses menciptakan pemain-pemain bintang yang saat ini meramaikan liga-liga top Eropa antara lain David de Gea, Ander Herrera, Javi Martinez, Thiago Alcantara, Juan Mata, hingga Cesar Azpilicueta.

 

Berita bola Timnas Indonesia dilanjutkan dengan prestasi Timnas Indonesia selama berada di bawah arahan Luis Milla. Bersama Milla, sebenarnya ia sukses membuat gaya permainan Timnas U23 menjadi lebih berkualitas. Dengan mengandalkan sayap-sayap cepat seperti Febri Hariyadi dan Saddil Ramdani, serangan-serangan cepat sering menjadi andalan Luis Milla. Selama uji coba, gaya permainan timnas memang cukup menarik namun masih sering mengalami kendala di lini depan. Beruntung di Asian Games ini Milla memanggil Alberto Goncalves dan Stefano Lilipaly yang membuat ketajaman lini depan timnas meningkat. Sebelum Asian Games, Milla pernah membawa Timnas U22 menyabet medali perunggu di ajang Sea Games Malaysia 2017. Hasil tersebut juga gagal memenuhi target dari PSSI dan masyarakat Indonesia.

Bicara soal target di ajang resmi, Milla memang gagal mewujudkannya, tetapi bagaimana jika kita bicara soal perkembangan timnas kita? Jika kita lihat, Luis Milla sebenarnya telah mampu membangun fondasi tim ini. Ia mampu memaksimalkan potensi para pemain muda dengan menerapkan skema yang sesuai dengan filosofi sepak bola Indonesia. Timnas mampu memberikan perlawanan ketika menghadapi tim-tim kuat yang berasal dari Timur Tengah selama uji coba. Bahkan, sebenarnya timnas mampu meraih kemenangan jika memiliki sosok striker ideal di lini depan. Beberapa nama yang pernah dicoba seperti Ezra Walian, Ahmad Nur Hardianto, hingga Ilija Spasojevic masih belum memenuhi harapan. Sebelum akhirnya Milla menjatuhkan pilihan kepada striker naturalisasi Alberto Goncalves yang sebenarnya sudah termakan usia. Dari ulasan berita bola Timnas Indonesia di atas, dapat disimpulkan bahwa Luis Milla masih layak diberikan kesempatan untuk mengembangkan fondasi yang telah ia bangun bersama Timnas U23.

 

 

Tinggalkan Balasan