Beberapa pekan terakhir berhembus kabar dari berita bola Indonesia mengenai rencana PSSI untuk menggelar Liga 1 Wanita. Sebagai induk organisasi sepak bola Indonesia, PSSI tidak hanya menaungi sepak bola pria saja, tetapi juga sepak bola wanita. Selama ini, sepak bola kurang mendapat perhatian sehingga prestasi yang diraih pun belum terlihat. Bahkan, untuk tingkat Asia Tenggara saja sepak bola wanita Indonesia masih kesulitan bersaing. Berbeda dengan sepak bola pria yang kini mulai membangun kekuatan baru dengan filosofi sepak bola Indonesia.

Demi meningkatkan prestasi sepak bola wanita, PSSI berambisi untuk segera menggulirkan kompetisi resmi yaitu Liga 1 Wanita. Meski dirasa sulit, tetapi PSSI tidak akan menyerah untuk mewujudkannya demi kemajuan sepak bola wanita Indonesia. Hal ini tentu saja membuat ramai berita bola Indonesia bahwa sepak bola wanita kini mulai dikembangkan agar mampu bersaing di level internasional.  Bahkan, PSSI menyebut kini tengah masuk ke proses perampungan persiapan dan akan memanggil klub-klub Liga 1 untuk membahas rencana ini.

“Jadi ini sesuai komitmen awal dan memang telah direncanakan sejak awal tahun. Di kongres PSSI terakhir juga menjadi salah satu pembahasan, jadi bukan masalah mungkin atau tidak digelar kedepannya,” ungkap Sekjen PSSI Ratu Tisha. Mengenai peserta Liga 1 Wanita, Ratu Tisha tidak mematok berapa jumlah minimal yang akan berpartisipasi pada Liga 1 Wanita 2019 mendatang.

“Pertama mungkin siapa saja yang siap, jadi mesti 18 klub Liga 1 Indonesia semuanya ikut,” ujar Tisha.

Namun hal ini bukan tanpa kendala, terutama masalah dana. Bisa jadi berita bola Indonesia akan ramai dengan klub-klub Liga 1 yang akan mengalami pembengkakan dana. Tetapi, Ratu Tisha ingin bagaimana komitmen klub-klub Liga 1 demi mendukung kemajuan sepak bola Indonesia.

“Masalah saya pikir bukan soal dana, namun lebih kepada komitmen klub untuk berinvestasi. Kita semua tahu pasti pengeluaran terbesar ada di tim pria, kemudian untuk jangka panjang klub juga tengah mengembangkan akademinya masing-masing. Namun kami sangat membutuhkan komitmen klub untuk kemajuan sepak bola wanita ini,” ucap Tisha.

Sementara untuk pendirian klub sepak bola wanita sendiri, ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh pihak klub-klub Liga 1. Mulai dari pembentukan tim dari awal maupun bekerja sama dengan klub sepak bola wanita yang sudah ada.

“Untuk mendirikan klub wanita banyak caranya, bisa saja mereka nanti membangun dari awal. Namun ada tawaran juga bagaimana jika berafiliasi dengan klub yang sudah ada dan eksis selama ini,” jelas Ratu Tisha.

Selain meramaikan berita bola Indonesia, kabar tersebut juga menjadi angin segar bagi para pemain sepak bola wanita Indonesia. Seperti yang diungkapkan oleh kapten sepak bola putri, Boma Norffince usai berlaga di Asian Games 2018.

“Mungkin harus ada liga. Pasti dari kita yang bagus-bagus juga banyak. Namun, kam harus punya kompetisi,” ujar Boma Norffince. Di ajang Asian Games lalu, memang tim sepak bola putri Indonesia gagal meraih prestasi tertinggi. Sebenarnya, Timnas Putri mampu mengawali Asian Games 2018 dengan cukup menjanjikan dengan mengalahkan Maladewa dengan skor telak 6-0. Namun, dua laga srikandi Indonesia harus berakhir dengan dua kekalahan. Indonesia harus menyerah dengan skor 0-4 dari Taiwan dan 0-12 dari Korea Selatan. Raihan satu kemenangan dan dua kekalahan tersebut membuat Timnas Putri hanya bertengger di posisi ketiga klasemen dengan torehan tiga poin. Sehingga, Boma dkk harus rela tersingkir dari cabang sepak bola wanita Asian Games 2018.

Tinggalkan Balasan