Membaca berita bola Timnas Indonesia hari ini tentunya Anda akan mengetahui banyak fakta menarik, salah satunya berhubungan dengan PSMS. PSMS merupakan Persatuan Sepak Bola Medan yang juga mendapatkan julukan Ayam Kinantan. Julukan ini diambil dari lambang klub sepak bola asal Medan tersebut yakni bola dengan ayam jantan. Namun kali ini Anda tidak akan disuguhi berita mengenai asal muasal julukan klub sepak bola dari Medan tersebut melainkan tentang laga uji coba PSMS.

Laga Uji Coba untuk Menambah Jam Terbang

Dijadwalkan pada tanggal 2 September 2018 besok, PSMS Medan ini akan melakukan pertandingan di laga uji coba melawan Singapura. Lebih tepatnya melawan Warriors FC yang berasal dari Negeri Kepala Singa tersebut yang diharapkan mampu menambah jam terbang pemain di PSMS yang memang terbilang jarang bisa masuk ke Liga 1. Pelatih dari PSMS Medan sendiri mengaku pertandingan uji coba bisa melawan tim dari mana saja termasuk tim dari luar negeri.

Butler selaku pengasuh PSMS Medan bertutur “Tidak apa-apa lawan tim luar. Tapi lebih  baik lawan tim dari sini, lebih penting saya gunakan ini untuk tim…”. Penuturan ini disampaikan pelatih asal Inggris tersebut pada 30 Agustus 2018 kemarin sebagai konfirmasi atas berita bola Timnas Indonesia yang beredar di tengah masyarakat. Beliau juga menambahkan dalam ajang uji coba nanti tidak atau belum berkeinginan menurunkan pemain asing untuk berlaga.

Seperti yang sudah diketahui bersama jika PSMS Medan tercatat memiliki beberapa pemain asing yang digadang-gadang menjadi senjata pamungkas Ayam Kinantan. Salah satu alasan mengapa hal ini dilakukan karena terdapat tiga pemain asing di PSMS Medan yang kemudian mengalami masalah. Adapun pemain yang dimaksud adalah Felipe Dos Santos Martins, Alexandros Tanidis, dan Reinaldo Lobo yang kebetulan mengalami cedera sehingga masih di dalam masa penyembuhan.

PSMS sendiri memang masih memiliki pemain asing yang dijagokan yakni Shohei Matsunaga, namun kemunculanya di lapangan hijau masih ditahan dulu oleh Butler. Beliau berharap untuk laga ke depan menurunkan dulu semua pemain lokal dengan harapan memberi kesempatan pada pemain yang belum pernah berlaga sebelumnya. Sehingga semua pemain memiliki kesempatan untuk melatih keterampilan bermain bola dan juga memberi pengalaman untuk jam terbang yang lebih baik.

Pelatih yang juga menjadi anak asuh untuk Persipura Jayapura ini juga mengakui jika laga uji coba melawan Warriors FC ini tidak mulus sejak awal. Pasalnya Butler sudah menyusun jadwal laga uji coba jauh-jauh hari dan rencana awal pertandingan melawan Singapura ini dilakukan pada 1 September 2018 dan jatuh di hari Senin. Sayangnya pemain dan pelatih dari Warriors FC menolak jadwal tersebut dan bersedia bertanding jika jadwal diundur di hari Minggu, 2 September 2018.

Karena memang laga uji coba ini cukup penting untuk PSMS Medan maka mau tak mau Butler pun menuruti permintaan Warriors FC tersebut. Sayangnya dari kubu mereka tidak menyebutkan alasan mengapa tidak ingin atau tidak mau bertanding di hari Senin. Meskipun Indonesia mau tidak mau harus mengikuti permintaan dari mereka efeknya tentu sangat terasa, terutama dari pihak Butler selaku pelatih PSMS Medan.

Menurutnya penolakan ini memberi tugas baru untuknya yakni merombak semua jadwal yang sudah disusun. Namun diharapkan meski ada kejadian semacam ini tidak ada berita bola Timnas Indonesia yang negatif dan mengajak PSMS dan masyarakat luas lebih optimis.

Tinggalkan Balasan