Laga yang digelar pada kali bukan merupakan salah satu laga dari liga senior. Lantaran pada saat ini liga 1 senior sedang mengalami pembekuan yang dilakukan oleh PSSI. Pembekuan ini atas dasar tragedi yang menimpa salah satu jak mania yang tewas setelah dikeroyok oleh sejumlah bobotoh pada saat adanya laga antara Persib Bandung dengan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada hari Minggu tanggal 23 September 2018 lalu. Pembekuan yang dilakukan oleh PSSI ini merupakan salah satu bentuk penghormatan untuk korban dari pengeroyokan tersebut dan juga sebagai bentuk evaluasi bagi PSSI lantaran tragedi seperti ini sudah sering terjadi di lingkungan sepak bola Indonesia.

Laga kali ini merupakan laga amal yang dilakukan oleh laskar singo edan yakni Arema Malang yang bertanding dengan laskar sapeh kerrab yakni Madura United. Nantinya hasil penjualan dari tiket atas laga amal ini akan disumbangkan sebagian untuk keluarga dari korban pengeroyokan bobotoh dan juga atas tragedi bencana alam yang sedang terjadi di Sulawesi Tengah, kedua tim ini juga menyetujui bahwa sebagian dari hasil penjualan tiket dari laga ini juga akan mereka sumbangkan untuk membantu para korban yang berada di Sulawesi Tengah lantaran bencana yang terjadi di sana lumayan parah dampaknya sehingga bantuan dari berbagai kalangan sangat diperlukan dalam situasi tersebut.

Pada laga kali ini rupanya antusiasme dari masyarakat juga lebih dari yang bisa dibayangkan. Bahkan menurut yang dikatakan oleh kepala staff PSSI yakni Iwan Budianto jumlah penonton pada laga amal ini ternyata melebihi jumlah penonton pada saat laga resmi. Iwan pun mengaku sangat senang dan bersyukur atas hal ini. Ia juga mengatakan bahwa para penonton pada laga amal ini memiliki rivalitas dan rasa kemanusiaan yang tinggi lantaran mau membantu para saudaranya yang tengah tertimpa musibah. Iwan juga menambahkan pada saat laga resmi antara laskar singo edan dengan laskar sapeh kerrab jumlah penonton hanya sekitar 2.000 orang saja. Namun pada laga kali ini jumlah penonton bahkan mencapai 40.000 orang di dalam dan 10.000 orang di luar stadion.

Mereka yang menonton ternyata bukan hanya warga Malang saja namun mereka juga datang dari berbagai kota di luar Malang. Tujuan mereka mendatangi laga tersebut hanyalah ingin membantu saudara mereka yang tengah tertimpa musibah. Dan juga pada saat pertandingan tersebut panitia penyelenggara laga amal tersebut juga menyiapkan beberapa kotak amal bagi mereka yang ingin menyumbangkan uang yang mereka miliki. Jadi pada pertandingan kali ini para penonton selain bisa menyaksikan pertandingan juga bisa beramal dan menyumbangkan sebagian rezekinya kepada keluarga korban pengeroyokan dan juga kepada saudara mereka yang tengah tertimpa musibah di Sulawesi Tengah.

Pada awalnya panitia penyelenggara laga kali ini hanya akan menyumbangkan hasil dari laga kali ini hanya untuk keluarga korban pengeroyokan. Namun pada saat laga itu terjadi jumlah uang yang dihasilkan ternyata melebihi dari yang ditargetkan. Dari situlah panitia penyelenggara memberi saran untuk menyumbangkan kelebihan dari hasil laga amal ini untuk membantu para korban bencana yang ada di Sulawesi tengah.

Sementara itu hasil dari laga amal itu ternyata imbang yakni 1-1 meskipun kedua tim sama-sama bermain ngotot layaknya laga resmi. Gol tersebut awalnya dicetak oleh Dedi Santoso dari Arema Malang dan dibalas Rizky Dwi Febriyanto dari Madura United.