Berita duka datang dari sepak bola Indonesia. Lagi dan lagi seorang suporter harus meregang nyawa hanya karena ingin melihat dan mendukung tim kesayanganya bertanding. Kali ini korban tersebut datang dari kubu jak mania yakni suporter dari Persija Jakarta. Pada hari Minggu tanggal 23 September kemarin Persija Jakarta memang bertanding melawan Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Dan rupanya pada tanggal dan hari itu juga merupakan hari terakhir bagi Haringga Sirla untuk menjalani kehidupanya.

Haringga Sirla merupakan warga Cengkareng, Jakarta Barat yang memang sangat menyukai sepak bola. Kakak dari Haringga Sirla menuturkan bahwa sebelum kepergianya tersebut ia menunjukkan beberapa kelakuan yang aneh dan belum pernah dilakukan sebelumnya. Pada saat itu ia pamit kepada ibunya untuk pergi ke rumah temanya karena ada pekerjaan yang harus diselesaikannya bersama temanya. Namun sebelum berangkat ia menunjukkan hal yang aneh. Menurut penuturan kakaknya ia pamit kepada ibunya. Ia juga sempat salim kepada ibunya dan juga minta doa kepada ibunya. Namun tingkah laku aneh dari Haringga Sirla tersebut baru disadari kakaknya setelah ia meninggal.

Haringga Sirla yang memang merupakan penggila bola berangkat pagi-pagi sekali dari Jakarta menuju Bandung menggunakan kereta. Namun siapa sangka Haringga yang sebelumnya pamit kepada sang ibu untuk menyelesaikan pekerjaan bersama temanya justru melihat pertandingan bola antara Persija Jakarta yang bertanding melawan Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Padahal sebelumnya sudah ada peringatan bagi para suporter macan kemayoran yakni jak mania untuk tidak melihat dan mendukung langsung pertandingan antara Persija dan Persib tersebut. Hal ini untuk menghindari aksi anarkis dari kedua suporter. Namun sepertinya Haringga Sirla sudah mengetahui bahwa kematianya akan datang pada hari itu.

Pada saat itu Haringga yang berada di area parkir dari Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) tidak melakukan apa-apa. Ia tidak menyoraki siapapun, menghina siapapun, atau memukul siapapun. Bahkan diketahui ia datang ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api tanpa membawa atribut apapun dari tim kesayanganya.

Tragedi pengeroyokan Haringga Sirla tersebut dimulai pada pukul 13.00 WIB dimana pertandingan antara macan kemayoran dan laskar maung bandung belum dimulai. Pada saat itu menurut beberapa saksi yang melihat kejadian pengeroyokan Haringga Sirla tersebut mula-mula Haringga Sirla diteriaki oleh sekelompok orang yang menuduh bahwa ia merupakan suporter dari macan kemayoran yakni jak mania. Haringga Sirla yang ketakutan akan hal tersebut mencoba berlari menjauhi kelompok tersebut bahkan menurut beberapa saksi ia sempat meminta perlindungan kepada seorang tukang bakso yang berjualan di sana.

Namun Haringga Sirla tetap diseret oleh sekelompok orang tersebut dan langsung dimintai kartu identitas yang dimilikinya. Setelah ketahuan bahwa Haringga Sirla merupakan seorang warga Jakarta dan merupakan seorang jak mania. Kelompok tersebut lantas memanggil gerombolan orang lainya dan akhirnya peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi. Haringga dikeroyok oleh lebih dari 20 orang bobotoh yakni pendukung Persib Bandung. Bahkan saat dikeroyok tak ada satu pun yang mau melindunginya dan juga tak ada satu pun aparat yang berjaga disana. Haringga Sirla yang dikeroyok secara ramai-ramai pun hanya bisa pasrah dan tak bisa melawan. Orang yang mengeroyok Haringga Sirla melemparinya dengan botol kaca, memukul kepalanya dengan kayu, melemparinya dengan piring dan juga benda-benda keras lainya. Bahkan ketika ia tak sadarkan diri ia tetap dipukuli oleh para bobotoh.

Tinggalkan Balasan