Berita duka datang dari lingkungan sepak bola Indonesia lagi. Kali ini salah satu suporter dari tim kesebelasan Persija Jakarta yakni seorang jak mania harus kehilangan nyawa hanya karena ingin melihat dan mendukung tim kesayanganya bermain secara langsung. Nama dari suporter itu adalah Haringga Sirla. Haringga yang merupakan warga Cengkareng, Jakarta Barat datang ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api bersama temanya yang dari Bandung untuk melihat laga antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung. Namun ekspetasi yang diharapkan Haringga untuk bisa melihat tim kesayanganya bermain secara langsung telah sirna. Ia tewas dikeroyok oleh sejumlah bobotoh secara membabi buta hanya karena mereka mengetahui bahwa Haringga adalah seorang jak mania.

Padahal pada saat itu pertandingan antara Persija Jakarta dan Persib Bandung belum dimulai. Dan di sana Haringga juga bersikap tenang saja karena ia tak membuat aksi yang anarkis dan memprovokasi pihak bobotoh. Pada saat itu Haringga Sirla dikejar oleh sekelompok bobotoh lantaran mencurigai bahwa ia merupakan seorang jak mania. Karena takut Haringga langsung lari dan meminta perlindungan pada tukang bakso yang berjualan di sana. Namun karena para sekelompok bobotoh tersebut kelihatan sangat marah. Mereka tetap menyeret Haringga Sirla dan meminta kartu identitas yang dimilikinya. Ketika para bobotoh tadi mengetahui Haringga merupakan warga Jakarta dan seorang jak mania mereka langsung menyeret Haringga keluar.

Dan pada saat itulah tragedi pengeroyokan itu terjadi. Pada saat itu Haringga Sirla hanya bisa pasrah saja lantaran ia dikeroyok secara ramai-ramai dan tentu saja kalah jumlah sehingga membuat ia tak berani melawan kumpulan dari bobotoh tadi. Sadisnya pada saat dikeroyok tak ada satu pun orang yang mau menolong dan membela Haringga. Mereka hanya melihat kejadian itu saja seakan-akan kejadian itu merupakan suatu pertunjukan. Pada saat dikeroyok Haringga juga dipukul menggunakan kayu, dilempari piring, diempari botol kaca dan juga benda keras lainya yang membuat Haringga tewas di tempat kejadian karena pendarahan yang dialaminya cukup parah meskipun ia sempat dilarikan ke rumah sakit.

Atas kejadian yang menimpa Haringga Sirla tersebut banyak komentar pedas dari berbagai kalangan yang ditujukan bagi para pelaku pengeroyokan tersebut. Lantaran aksi pengeroyokan tersebut bukan lagi bersangkutan dengan masalah sepak bola. Namun bersangkutan dengan masalah kemanusiaan. Salah satu komentar tersebut datang dari legenda Persija Jakarta dan juga legenda dari timnas Indonesia yakni Bambang Pamungkas atau yang biasa dijuluki bepe. Dalam akun sosial media twitter miliknya, legenda sepak bola Indonesia ini mengatakan bahwa lebih baik di Indonesia tak ada sepak bola daripada ada pertandingan namun harus menelan korban jiwa. Namun menurutnya akan sangat aneh apabila di negara ini tak ada sepak bola.

Sebelum pertandingan antara Persib dan Persija dilaksanakan, bepe juga sudah menghimbau bagi para jak mania supaya tak datang ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api agar kondisi permainan di sana bisa berjalan lancar dan tak terganggu oleh apapun. Ia juga menambahkan pesan kepada para jak mania untuk mendoakan timnya saja dan melihat lewat layar kaca televisi.

Komentar terkait kematian Haringga ini juga datang dari salah satu pelatih kesebelasan liga 1 yakni Jacksen F Tiago. Menurutnya kejadian pengeroyokan kemarin merupakan masalah kemanusiaan dan tak ada hubunganya dengan sepak bola. Bahkan Jacksen juga mengatakan bahwa para pelaku pengeroyokan Haringga derajatnya lebih rendah dari derajat para binatang.