Setelah melakukan pengeroyokan terhadap Haringga Sirla. Lama-kelamaan para pelaku pengeroyokan pun mulai tertangkap oleh pihak polisi. Mereka ada yang tertangkap langsung setelah peristiwa pengeroyokan dan juga ada yang diburu oleh polisi lantaran berhasil kabur saat proses pencarian pelaku pengeroyokan oleh pihak kepolisian. Beberapa pelaku pengeroyokan tersebut juga saat ditangkap ada yang mengelak kalau ia ikut memukuli Haringga Sirla. Beberapa kali polisi menanyainya juga ia tetap bersikeras tidak ikut dalam aksi pengeroyokan tersebut. Padahal dari para pelaku terdapat bukti kuat bahwa mereka merupakan tersangka dari kasus pengeroyokan tersebut. Dari para pelaku ditemukan bukti berupa noda bercak darah di bagian tangan, kaki dan bahkan polisi juga menyita alat dari beberapa suporter seperti Knuckle yang sudah ada noda darahnya.

Setelah menangkap pelaku yang diduga sebagai pengeroyok Haringga Sirla, pihak kepolisian langsung menggelar acara rekonstruksi atas tragedi pengeroyokan kemarin yang digelar di tempat kejadian yakni di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Rekonstruksi tersebut digelar pada hari Rabu tanggal 26 September 2018. Dari hasil rekonstruksi tersebut akhirnya terkuak beberapa fakta terkait meninggalnya Haringga Sirla pada saat dikeroyok oleh para suporter Persib yakni bobotoh. Menurut hasil rekonstruksi salah satu pelaku mengakui bahwa awal dari pengeroyokan tersebut adalah Haringga dipukul dengan tongkat besi pada bagian kepalanya. Aksi keji pemukulan ini juga bukan sekali saja dilakukan namun dilakukan selama 3 kali.

Bukan hanya dipukul dibagian kepala saja, aksi keji dari para bobotoh ini pun terkuak pada saat proses rekonstruksi. Menurut hasil rekonstruksi dari para pelaku, Haringga juga sempat dipukul menggunakan keling sebanyak 3 kali. Dan juga lagi-lagi pada bagian kepala Haringga harus menerima tendangan dari pelaku lain sebanyak 2 kali dan juga menerima tendangan pada bagian punggung sebanyak 2 kali. Itulah beberapa aksi yang membuat Haringga tewas. Namun jika melihat dari kondisi Haringga pada saat dikeroyok tentu saja semua aksi itu masih janggal lantaran terlihat belum cukup meyakinkan apabila aksi tersebut sampai bisa membunuh orang. Mungkin saja masih banyak pelaku pengeroyok lainya yang tidak berani mengaku dan bersembunyi dari pihak kepolisian karena menurut video yang beredar di dunia maya pelaku dari pengeroyokan lumayan banyak.

Kesaksian dari pelaku pengeroyok lain datang dari pelaku yang bernama Aditya Anggara. Pada saat kejadian pengeroyokan tersebut Aditya mengaku merasa iba terlebih dahulu melihat Haringga dikeroyok oleh para bobotoh. Ia yang melihat kerumunan para bobotoh pun langsung datang lantaran mendengar kata the jak. Pada saat mendatangi kerumunan tersebut Aditya berusaha melerai dan menghentikan aksi pengeroyokan tersebut. Ia juga sempat beberapa kali meneriakkan dan mengingatkan tentang almarhum Ricko Andrean yaitu salah satu suporter Persib yang tewas akibat menyelamatkan seorang jak mania. Namun usaha Aditya tak dihiraukan oleh para bobotoh yang tetap mengeroyok Haringga tanpa ampun. Ia mengatakan bahwa ia sempat iba dan kasihan melihat Haringga namun nafsunya untuk ikut mengeroyok pun tiba-tiba datang. Ia pun akhirnya ikut mengeroyok Haringga lantaran melihat sticker yang berlogo jak mania. Ia pun akhirnya ikut mengeroyok Haringga dengan menendang punggung Haringga sebanyak 2 kali dimana posisi Haringga saat itu sudah telungkup tak sadarkan diri dan bersimpah darah. Setelah mengeroyok, Aditya pun langsung memegang tinggi sticker yang berogo jak mania tadi dan langsung membakarnya karena ia mengaku marah kepada Persija.