Kurniawan Dwi Yulianto atau yang biasa dipanggil “Ade” dan sering dijuluki sebagai “si kurus” merupakan salah satu pesepak bola terbaik yang dimiliki oleh Indonesia. Pemain yang biasa bermain sebagai striker ini memulai karir sepak bolanya pada tahun 1994 dengan memperkuat tim dari Swiss yaitu FC Luzern. Namun pada tahun 1997 ia pindah ke Indonesia setelah memperkuat tim dari luar negeri tersebut dikarenakan ada masalah dengan PSSI. Karir pesepak bola ini juga tidak selalu mulus. Pada tahun 1990-an Kurniawan Dwi Yulianto pernah terjerat kasus narkoba yang membuat karirnya melorot. Namun setelah itu ia bangkit dan meneruskan karirnya hingga saat ini.

Pada saat laga persahabatan antara timnas garuda versus mauritius yang digelar di stadion Wibawa Mukti, Selasa (11/09/2018) dan dimenangkan oleh timnas Indonesia atas gol semata wayang yang dilakukan oleh Evan Dhimas Darmono, Kurniawan didapuk sebagai asisten pelatih timnas garuda yang bertugas membantu coach Bima Sakti dan Danurwindo besama Kurnia Sandy di jajaran pelatih timnas. Si kurus ini mengatakan bahwa ia tidak merasa kesulitan pada saat mendampingi coach Bima Sakti. Hal ini karena mereka berdua sudah berteman lama dengan coach Bima Sakti yang banyak membantu Kurniawan. Kurniawan mengatakan bahwa ketika ia ditunjuk untuk mendampingi coach Bima Sakti ia merasa terhormat dan mengatakan bahwa hal itu merupakan suatu penghargaan karena ia bisa melatih timnas garuda. Ia juga menambahkan bahwa pada saat berlatih dengan timnas garuda ia berusaha untuk berkomunikasi layaknya teman atau as friend. Hal ini dilakukan agar pada saat melatih ia dan para pemain tidak canggung dan juga ia melakukan hal itu karena ia juga pernah duduk di bangku pemain timnas indonesia sebagai seorang striker.

Pada saat laga antara mauritus yang dimenangkan oleh Indonesia, kurniawan mengaku sangat bersyukur atas kemenangan ini. Hal ini dikarenakan menjadi seorang asisten pelatih timnas garuda merupakan debutnya yang pertama kali di jajaran pelatih timnas garuda. Ia menuturkan bahwa perasaan bahagianya itu seperti sedang mencetak gol padahal ia sedang duduk di jajaran kusi pelatih.

Pada saat selesai pertandingan ia membeberkan kunci kemenangan timnas garuda melawan mauritius. Ia menuturkan bahwa dengan bermain sabar dan tenang adalah kunci dari kemenangan tersebut. Dukungan yang dilakukan secara langsung oleh para suporter timnas yang dilakukan tanpa henti hingga permainan berakhir di stadion Wibawa Mukti juga menjadi salah satu kunci keberhasilan timnas merah putih. Kurniawan menuturkan bahwa dukungan tersebut membuat para pemain bisa tampil lebih peracaya diri dan melakukan gempuran secara terus-menerus ke partahanan lawan. Padahal kurniawan berkata bahwa pertahanan yang dimiliki mauritus begitu kompleks dan susah untuk dibongkar. Dan pertahanan tersebut terkadang bisa membuat para punggawa garuda menjadi tidak sabaran dan melakukan bermain umpan-umpan lambung. Namun karena para pemain timnas mampu mengikuti instruksi dengan baik maka pertahanan tersebut bisa dibongkar meski tidak mudah.

Kurniawan juga menuturkan bahwa ia bersedia dan siap apabila suatu saat didapuk sebagai pelatih dari timnas garuda. Namun ia tidak berpikiran untuk menjadi pelatih terlebih dahulu karena menurutnya menjadi seorang asisten pelatih saja sudah sangat menggembirakan baginya. Namun jika suatu saat dipanggil oleh PSSI dan ditunjuk sebagai pelatih ia akan bersedia. beberapa pemain timnas garuda juga menuturkan bahwa kurniawan cocok mengisi bangku pelatih salah satu pemain itu adalah gelandang dari timnas garuda yaitu Evan Dhimas Darmono.

Tinggalkan Balasan