Pembaca setia sepakbola Indonesia, Liverpool memenangi tiga laga di awal musim BPL. Tentu saja itu pencapaian yang bagus bagi Mane Cs mengingat persaingan di Liga Inggris amat sengit. Langkah meyakinkan Liverpool diyakini akan membuat tim ini dijagokan sebagai penantang City untuk meraih trofi BPL. Pekan keempat liga Inggris, Liverpool akan tandang ke Liecester City.  Memang Liverpool berhasil menang di laga terakhir melawan Jamy Vardy Cs tapi secara keseluruhan untuk laga tandang, Leicester lebih unggul.

Namun kemalangan dari Leicester City yang harus pembaca sepakbola Indonesia tahu ialah jika tim ini tidak diperkuat oleh Vardy yang kabarnya masih cedera. Tentu menjadi sebuah keuntungan bila pemain itu tidak ada di lapangan hijau karena memang ia selalu menjadi ancaman serius bagi semua tim yang dilawan.  Liverpool akan bisa menurunkan kekuatan terbaik termasuk pemain baru seperti Naby Keita dan Fabinho.

Liverpool sendiri memang mengeluarkan banyak sekali uang di musim ini untuk membenahi skuad agar bisa lebih bersaing. Sudah punya Mane, Salah dan Firmino, Klopp mendatangkan Keita dan Fabinho serta Xhaqiri dan Allison untuk bisa membuat The Reds semakin besaring. Berhasil menang dengan clean sheet di tiga laga perdana BPL tentu saja membuat Liverpool dianggap sebagai pesaing utama untuk meraih trofi Liga Inggris.

Bila berhasil menang kala tandang ke The Foxes, Liverpool akan menyamai rekor yang dicapai Dalglish pada musim 1990/1991. Kala itu, The Reds berhasil menang empat kali beruntun di awal musim liga Inggris. Tentu saja pencapaian itu mungkin terulang kembali mengingat Liverpool belum terkalahkan sejauh ini. Menang dengan tidak kebobolan memperlilhatkan lini belakang yang mulai tangguh. Selain itu, Liverpool juga produktif karena sudah mencetak banyak gol.  Karena itu, menjadi wajar bila anak asuh Klopp berhasil ada di pemuncak klasemen sementara ini.

Apakah The Reds akan mampu menunjukkan tajinya di kandang Leicester City yang kini dilatih oleh Claude Puel ? Tentu aksi Mane Cs di lapangan hijau yang bisa membuktikan. Tapi yang pasti Jamy Vardy DKK. Tidak bisa diremehkn karena selain dilatih oleh orang baru, tim ini juga sering menjadi batu sandungan bagi tim-tim besar. Sebagai kuda hitam, Leicester tentu saja tidak bisa diremehkan. Lihat saja beberapa musim lalu, The Foxes bisa menjadi juara liga inggris.

Klopp diyakini akan menurunkan Fabinho. Pemain yang baru saja didatangkan dari Monaco ini memang belum turun. Harga mahal tentu saja menjadi tantangan tersendiri bagi si pemain untuk mencari pembuktian. Xhaqiri juga diyakini akan dijadikan starter. Memang pemain yang dibeli gratis dari Stoke City ini belum tampil di line up utama Klopp. Tapi tentu saja kesempatan terbuka lebar karena kualitasnya tak bisa diragukan.

Kemenangan atas Leicester City akan membuat posisi Liverpool aman. Tentu saja posisi bisa digeser oleh Chelsea dan Tottenham bila di laga lain kedua tim ini berhasil menang dengan skor besar sementara The Reds menang tipis. Memang kini sudah saatnya Klopp  bisa memberi trofi bagi Liverpool. Gagal di berbagai kesempatan final membuat Klopp penasaran sehigga ia yang kerap mengkritik tim lain yang belanja besar malah melakukan pembelian besar besaran di musim ini. Persaingan liga Inggris yang ketat bisa saja menjadi pemicu mengapa Klopp berjalan di luar pakem yang ia pahami selama ini. Kita nantikan saja apakah Mane Cs akan konsisten menang di musim ini.

Tinggalkan Balasan