Laga yang digelar di stadion Joko Samudro pada Sabtu (15/08/2018) ini menyisakan kenangan buruk bagi kedua tim. Apalagi badai cidera yang sedang menimpa tim tuan rumah sehingga membuat skema permainan mereka terlihat tak teratur. Pada saat awal pertandingan keadaan masih berjalan kondusif layaknya sebuah pertandingan sepak bola. Kedua tim sama-sama berusaha mencetak skor dengan saling menyerang terus menerus. Namun siapa sangka pada babak pertama ini tim tamu yaitu Persiwa Wamena bisa unggul terlebih dahulu dari tim tuan rumah. Gol tersebt tercipta dari kaki salah satu pemain Persiwa Wamena yaitu Khairul Azmi Pratama pada menit ke-18. Namun gol tersebut tak bertahan lama karena pada menit akhir pertandingan babak kedua tim tuan rumah bisa menyamakan kedudukan yang membuat mereka tidak tertinggal dalam permainan. Gol ini diciptakan dari kaki punggawa Persegres yaitu Taufan Hidayat. Hingga peluit panjang tanda berhentinya babak pertama tak ada satu gol pun yang tercipta lagi dari kedua kesebelasan.

Pada awal babak kedua dimulai permainan juga masih berjalan kondusif. Kedua kesebelasan berusaha untuk mencetak gol guna menambah pundi-pundi gol yang dimilik. Beberapa peluang emas juga terjadi dari kedua tim namun sayangnya tak satupun dari peluang emas tersebut yang bisa menambah poin dari kedua kesebelasan. Pada menit-menit akhir laga ini sebuah insiden terjadi dimana salah satu pemain dari Persiwa Wamena dianggap telah melanggar salah satu pemain dari Persegres dalam kotak penalti. Pelanggaran ini otomatis membuahkan sebuah tendangan penalti bagi tim tuan rumah. Pelanggaran ini terjadi antara Ryan Ardiansyah yang dianggap melanggar David Faristian.

Tak terima atas keputusan wasit yang dianggap tidak benar dan mengada-ada beberapa punggawa Persiwa Wamena lantas mengeluarkan emosinya. Beberapa pemain Persiwa Wamena berusaha mengejar wasit dan ingin mengeroyoknya. Pihak keamanan yang melihat insiden tersebut segera masuk ke lapangan untuk melindungi wasit dari pengeroyokan. Namun  insiden pemukulan dan penendangan pun tak bisa dihindarkan. Salah satu pemain Persiwa Wamena yang juga kaptenya sendiri yaitu Aldo Claudio terlihat memukulkan tanganya ke arah wasit. Bukan hanya itu saja pada saat para pemain mengejar wasit salah satu pemain Persiwa Wamena juga menendang kaki wasit yang membuat wasit langsung tersungkur ke tanah. Pemain tersebut adalah Andreas Ado yang bernomor punggung 7. Namun walaupun kedua punggawa Persiwa Wamena tersebut terlihat melakukan kontak fisik dengan wasit mereka tidak dibuahi kartu kuning maupun kartu merah. Hukuman kartu merah justru dibuahkan kepada Ryan Ardiansya dan juga Robert Elopere.

Pertandingan tersebut sempat dihentikan selama 10 menit. Setelah berhenti 10 menit wasit Abdul Razzak memulai permainan kembali. Tendangan penalti yang sebelumnya telah diberikan bagi tim tuan rumah pun dilanjutkan. Eksekusi emas tersebut dilakukan oleh Obet Rivaldo. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut Obet Rivaldo pun berhasil menjebol gawang dari Persiwa Wamena yang membuat mereka unggul dengan skor 2-1. Kemenangan ini rupanya membuat para pemain wamena merasa kecewa apalagi pada saat pertandingan mereka harus bermain hanya dengan 9 pemain. Pelatih Persiwa Wamena yaitu Suimin Diharja menyayangkan keputusan wasit yang memberikan hadiah tendangan penalti bagi tim tuan rumah. Ia mengatakan bahwa pelanggaran tersebut tidak wajar karena kapten dari Persegres yaitu David Faristian dinilai hanya melakukan diving saja. Meskipun menang dari Persiwa, Persegres masih berada dipapan bawah klasemen liga 2.

Tinggalkan Balasan