Setelah tragedi yang menimpa seorang jak mania yang tewas dikeroyok oleh para suporter dari Persib Bandung yakni bobotoh, beragai spekulasi pun terjadi di publik sepak bola Indonesia. Dan fakta yang terbaru adalah tindakan tegas dari ketua PSSI yakni Edy Rahmayadi yang dengan tegas membekukan liga 1 senior sementara waktu. Hal ini merupakan bentuk penghormatan bagi korban pengeroyokan lantaran bukan kali ini saja suporter sepak bola harus meregang nyawa hanya karena ingin melihat dan mendukung tim kesayanganya secara langsung namun sudah terjadi berulang kali dan menimbulkan banyak korban. Dan paling banyak suporter tewas juga karena aksi pengeroyokan dari suporter lain yang tak suka dengan kehadiran suporter tersebut.

Berbagai komentar pun datang dari beberapa orang penting yang ada dalam lingkungan sepak bola Indonesia terkait tragedi pengeroyokan yang dialami oleh suporter Persija Jakarta tersebut. Salah satunya datang dari pelatih Barito Putera yakni Jacksen F Tiago. Menurutnya tindakan pengeroyokan tersebut bukan lagi menyangkut pautkan dengan sepak bola. Namun tindakan pengeroyokan tersebut merupakan tindakan yang melanggar nilai kemanusiaan dan tak ada hubunganya dengan sepak bola sama sekali. Karena pada saat pengeroyokan tersebut suporter Persija Jakarta tersebut tak melakukan tindakan yang memicu aksi anarkis dan mempovokasi pihak bobotoh. Bahkan coach Jecksen juga menambahkan bahwa para pelaku pengeroyokan tersebut lebih rendah derajatnya daripada binatang lantaran binatang hanya akan membunuh ketika mereka mencari makan saja.

Komentar lain juga datang dari pelatih Mitra Kukar yakni coach Rahmad Darmawan. Menurutnya tindakan yang dilakukan oleh para suporter bobotoh kemarin itu merupakan tindakan yang amat keji apabila diihat dari sisi kemanusiaan. Menurutnya tindakan kemarin tersebut telah melanggar nilai sportivitas, nilai respek dan nilai kemanusiaan dari para suporter. Dan juga dengan terjadinya aksi tersebut bisa saja menimbulkan aksi yang lainya jika dari pihak PSSI tak segera menangani hal ini karena hal yang terjadi kemarin juga merupakan ajang balas dendam antar suporter.

Perihal peristiwa pengeroyokan yang terjadi kemarin rupanya membuat tim yang memilki stadion dimana tragedi pengeroyokan tersebut terjadi terkena imbasnya. Tim sepak bola tersebut adalah Persib Bandung atau biasa dijuluki maung bandung. Atas tragedi yang terjadi di Stadion Gelora Bandung Lautan Api tersebut laskar maung bandung terancam akan dikenai hukuman oleh PSSI. Hukuman ini diberikan oleh PSSI lantaran dari pihak panitia penyelenggara dari laskar maung bandung dinilai lalai dan kurang sigap dalam penjagaan pada pertandingan kemarin. Pasalnya tragedi yang menimpa seorang jak mania tersebut nyatanya masih berada pada lingkungan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Penghukuman terhadap maung bandung ini masih dibahas oleh pihak PSSI karena tragedi ini terjadi bisa saja bukan karena ulah dari para bobotoh sendiri namun ada pihak lain dari luar yang bisa saja memprovokasi hal ini.

Menurut penuturan yang dikatakan oleh PSSI hukuman yang diberikan ke maung bandung bisa bervariasi. Mulai dari tingkat yang paling rendah seperti hukuman denda uang atau larangan bermain sampai hukuman paling berat yakni diskualifikasi dari liga 1 senior. Hukuman tersebut akan disampaikan oleh pihak PSSI dalam waktu dekat. Namun menurut penuturan yang dikatakan oleh manajer Bhayangkara FC yakni AKBP Sumardji hukuman denda merupakan hukuman yang tak pantas jika nantinya diberikan kepada maung bandung. Pasalnya jika dilihat dari nilai kemanusiaan hal tersebt merupakan hal yang sangat tidak terpuji. Sumardji menyarankan agar hukuman yang diberikan kepada maung bandung diperberat lagi seperti suporter dilarang menonton dan hanya boleh bermain di luar jawa.

Tinggalkan Balasan