Pasca tragedi  pengeroyokan yang dilakukan oleh para bobotoh terhadap seorang jak mania yakni Haringga Sirla, PSSI pun menghentikan liga 1 sampai batas waktu yang belum ditentukan untuk mengadakan rapat serta investigasi terkait kematian seorang jak mania tersebut. Ia diduga tewas setelah dikeroyok secara beramai-ramai oleh para suporter bobotoh dan pada saat ini para tersangka dari pengeroyokan tersebut sudah diamankan oleh pihak kepolisian guna mendalami kasus tersebut. Bukan hanya menghentikan liga 1 saja, PSSI juga ternyata memberikan hukuman kepada klub yang bersangkutan yakni Persib Bandung terkait tragedi yang terjadi tersebut. PSSI menilai panitia penyelenggara pada laga tersebut dinilai lalai dalam menjalankan tugas lantaran tragedi tersebut ternyata masih dalam lingkungan Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

PSSI pun akhirnya mengadakan rapat yang digelar pada hari Senin tanggal 1 Oktober lalu lantaran terus didesak oleh Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dan juga oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) agar dengan cepat menuntaskan tragedi yang menewaskan Haringga Sirla pada laga antara Persija Jakarta dengan Persib Bandung tersebut. Dan pada rapat hari itu pun menghasilkan beberapa poin yang berupa sanksi terhadap pihak Persib Bandung dan juga terhadap Persija Jakarta. Persija Jakarta ikut dikenai sanksi oleh pihak PSSI karena memang pada saat pertandingan yang dilaksanakanya dengan Persib Bandung beberapa pemainya terlihat bermain dengan keras dan lebih mengutamakan fisik daripada strategi yang membuat laga pada hari itu dipenuhi oleh banyak sekali pelanggaran yang terjadi.

Hasil dari rapat tersebut antara lain dari pihak Persib Bandung dikenai sanksi oleh PSSI karena melakukan intimidasi terhadap tim official dari Persija Jakarta pada saat Match Coordination Meeting, melakukan sweeping, pengeroyokan dan pemukulan terhadap seorang jak mania hingga tewas dan dalam hal ini dari pihak Persib Bandung dikenai hukuman sanksi bertanding di luar pulau jawa dalam kondisi home dan juga tanpa didukung oleh para suporternya secara langsung sampai akhir musim kompetisi liga 1 2018 dan juga pertandingan home di Bandung tanpa didukung suporternya secara langsung sampai setengah musim kompetisi liga 1 2019.

Dari pihak suporter Persib Bandung juga dikenai sanksi atas dasar kasus intimidasi terhadap tim Persija Jakarta pada saat MCM, melakukan sweeping dan pengeroyokan salah seorang jak mania hingga tewas. Dalam hal ini suporter Persib Bandung dikenai hukuman larangan menonton pertandingan Persib Bandung secara langsung baik pada saat Persib Bandung bermain home ataupun away dimulai saat keputusan ini ditetapkan sampai setengah musim 2019. Hukuman ini merupakan hukuman yang cukup berat bagi para suporter Persib Bandung dan dari pihak PSSI juga berharap nantinya hukuman ini bisa membuat efek jera bagi para suporter Persib Bandung.

Dari pihak panpel pertandingan Persib dengan Persija pihak PSSI mengenai sanksi terkait hal yang sama dengan yang dilakukan oleh para suporter Persib namun kali ini hukuman yang diberikan oleh pihak PSSI tentu saja berbeda. Dari pihak ketua pelaksana dan security officer dikenai hukuman larangan ikut serta dalam kepanitiaan Persib selama 2 tahun. Dan juga dari pihak panitia pelaksana Persib Bandung dikenai denda sebesar Rp. 100.000.000 (sertus juta rupiah) dan juga panitia pelaksana harus mau memerangi dan melarang rasisme dan aksi provokasi, slogan, poster, spanduk dan atribut lainya yang bisa menimbulkan kericuhan antar suporter pada saat pertandingan.