Setelah tragedi kematian yang menimpa salah satu jak mania yakni Haringga Sirla. Pihak PSSI langsung mengadakan rapat yang membahas terkait kejadian tersebut. Rapat tersebut diadakan lantaran bukan hanya Haringga korban dari aksi brutal para suporter. Namun sudah banyak nyawa yang melayang akibat aksi anarkis dan ricuh yang dilakukan oleh para suporter. Hal ini seolah-olah sudah menjadi tradisi di lingkungan sepak bola Indonesia. Alhasil tragedi yang sudah dikategorikan sebagai tragedi masyarakat ini menjadi salah satu pr besar bagi pihak PSSI agar di kemudian hari tak ada nyawa yang melayang lagi dari para suporter sepak bola lantaran sepak bola seharusnya menjadi alat pemersatu bangsa, bukanya malah memecah belah bangsa.

Dan akhirnya PSSI pun menyelenggarakan rapat terkait tragedi kali ini. Ini merupakan salah satu tindakan untuk mencegah agar kejadian seperti ini tak terulang lagi. Dari hasil rapat itu pun terdapat poin penting yang diharapkan bisa digunakan untuk mengantisipasi hal tersebut dan juga untuk membuat lingkungan sepak bola Indonesia menjadi aman dan tenang kembali. Poin pertama adalah penghentian dari kompetisi liga 1 senior dan juga investigasi mendalam terkait tragedi tersebut. Penghentian ini dilakukan oleh Edy Rahmayadi selaku ketua PSSI yang dilakukan di Hotel Borobudur pada hari Selasa 25 September 2018. Penghentian yang dilakukan oleh PSSI terhadap liga 1 senior ini belum tentu kapan waktu berakhirnya karena dalam pernyataan yang dikatakan Edy Rahmayadi mengatakan bahwa menghentikan liga 1 senior sampai waktu yang belum ditentukan.

Penghentian ini juga merupakan bentuk rasa hormat untuk menghormati korban pengeroyokan kemarin dan juga nantinya akan ditentukan siapa klub yang pantas untuk dihukum dalam insiden yang menimpa salah satu jak mania ini. Poin kedua ialah konsolidasi menyeluruh hingga suporter. Setelah melakukan penghentian terhadap liga 1 senior, nantinya PSSI berharap bisa melakukan konsolidasi bersama operator liga 1, PT Liga Indonesia Baru, klub peserta dari liga 1 senior hingga para suporter dari klub di liga 1 tersebut. Konsolidasi yang dilakukan oleh PSSI ini diharapkan bisa memperkuat dan memperteguh lingkungan sepak bola yang ada di Indonesia. Dan juga untuk suporter sepak bola bisa mengirim seorang wakil untuk melakukan konsolidasi bersama PSSI.

Poin yang ketiga adalah SOP yang lebih tegas. SOP (Standar Operasional Prosedur) yang dimiliki oleh Indonesia dinilai kurang tegas sehingga pada saat konsolidasi mereka juga akan membahas tentang SOP ini. SOP ini nantinya akan dipertegas agar bisa mencegah tragedi pengeroyokan kemarin dan tragedi buruk lainya agar tidak terulang suatu hari. Poin yang keempat adalah korespodensi AFC dan FIFA. Edy Rahmayadi juga menuturkan bahwa ia dalam jangka waktu dekat akan melakukan korespodensi dengan federasi yang menaungi sepak bola Indonesia baik di tingkat regional yakni AFC ataupun tingkat internasional FIFA. Ia menambahkan bahwa korespodensi yang dilakukan ini juga penting lantaran bagaimanapun juga hal ini tidak mungkin bisa kita urus sendiri. Poin yang kelima adalah koordinasi dengan BOPI, Kemenpora dan juga KONI. Selain melakukan koordinasi dengan pengelola liga internasional, PSSI juga tentunya melakukan koordiansi dengan para pihak yang berkaitan dengan olahraga di Indonesia karena bagaimanapun sepak bola juga merupakan salah satu olahraga andalan di Indonesia. Poin yang keenam adalah melakukan koordinasi dengan aparat keamanan. Koordinasi yang ini merupakan hal yang terpenting karena pada saat pengeroyokan Haringga tak ada satupun aparat yang berjaga di lokasi pengeroyokan.