Timnas Senior Indonesia dijadwalkan akan beruji coba dengan Mauritius dan Myanmar sebagai ajang persiapan sebelum berlaga di ajang Piala AFF 2018. Namun, Luis Milla tampaknya masih belum bisa mendampingi tim ketika mengahdapi dua laga uji coba tersebut. Hal ini dikarenakan mantan pemain Real Madrid dan Barcelona tersebut masih berada di Spanyol. Usai gagal memenuhi target yang dibebankan PSSI kepadanya di Asian Games lalu, Milla memutuskan untuk pulang ke negaranya.

“Saya mau kembali ke Spanyol karena masih marah pada laga hari ini. Sebab, anak-anak sudah bermain dengan baik tetapi wasit malam ini tidak kompeten,” katanya pada jumpa pers usai anak asuhannya tersingkir di babak 16 besar Asian Games 2018.

Pada laga itu, Garuda Muda bermain 2-2 dengan Uni Emirat Arab. Hasil imbang terus bertahan hingga babak extra time selama dua kali 15 menit. Laga pun harus ditentukan melalui babak tendangan adu penalti. Saat adu penalti, dua algojo Timnas, Septian David Maulana dan Saddil Ramdani gagal membobol gawang yang dijaga oleh kiper Uni Emirat Arab. Tendangan Septian melambung ke atas, sementara sepakan Saddil justru dapat ditangkap oleh kiper lawan. Dari kubu Uni Emirat Arab sendiri hanya ada satu penendang yang gagal melakukan tugasnya. Laga pun harus berakhir dengan skor 3-4 untuk kemenangan Uni Emirat Arab. Indonesia harus rela mengubur impian masuk ke babak semifinal, sementara Uni Emirat Arab mampu meraih medali perunggu usai mengandaskan perlawanan wakil Asia Tenggara yaitu Vietnam dalam babak adu penalti juga.

Sebelumnya di babak penyisihan grup, sebenarnya performa Timnas U23 cukup menjanjikan. Timnas U23 sukses menjadi juara grup A usai mengalahkan perlawanan Hongkong, Taiwan, dan Laos. Timnas U23 hanya menelan satu kekalahan yakni saat menghadapi Palestina. Dengan modal tersebut, Indonesia sebenarnya mampu mengalahkan Uni Emirat Arab andai wasit dapat melakukan tugasnya dengan baik.

Walau gagal meraih target yang dibebankan oleh PSSI kepada Luis Milla, namun banyak pemain dan suporter Timnas yang mendukung Luis Milla untuk tetap berada bersama skuad Timnas Indonesia yang akan berjuang di Piala AFF 2018 yang akan berlangsung akhir tahun ini. Dukungan tersebut tentu bukan tanpa alasan, Luis Milla telah mampu membangun fondasi Timnas dengan filosofi sepak bola Indonesia. Apalagi gaya kepelatihan yang tegas dan disiplin dari Luis Milla sendiri mendapat banyak pujian dari para penggawa timnas U23 seperti Evan Dimas, Irfan Jaya, dan pemain senior seperti Stefano Lilipaly. Dari segi permainan pun cukup menghibur dengan sentuhan-sentuhan cepat serta pergerakan mengejutkan dari sektor sayap yang diisi oleh Febri Hariyadi, Saddil Ramdani, Irfan Jaya, dan beberapa nama lainnya. Sayangnya, Luis Milla kesulitan untuk menemukan sosok target man di lini depan. Beberapa nama yang pernah dicoba adalah Ilija Spasojevic, Marinus Wanewar, Ahmad Nur Hardianto, hingga Ezra Walian. Namun, pilihan akhirnya jatuh kepada sosok striker naturalisasi asal Brazil, Alberto Goncalves.

Mengenai calon lawan Indonesia di dua laga uji coba itu sendiri, nama Myanmar tentu sudah tidak asing lagi. Mengingat Myanmar merupakan salah satu lawan yang sering dihadapi Indonesia di Asia Tenggara. Kini Myanmar sendiri berada di ranking 154 FIFA. Sementara Mauritius sendiri merupakan salah satu negara yang berada di kawasan Afrika. Dua laga ini akan dipimpin oleh pelatih interim Danurwindo dan Bima Sakti guna mengumpulkan data para pemain senior yang diproyeksikan untuk Piala AFF 2018.

Tinggalkan Balasan