Laga antara Liverpool dan Manchester City berakhir imbang tanpa gol. Tentu saja ini sudah diprediksi sebelumnya bila anak asuh Guardiola tidak akan mudah menang di kandang Liverpool karena mereka dihantui oleh rekor buruk.  Namun sebanarnya pada laga ini, City seharusnya bisa menang karena pada menit-menit akhir City mendapatkan pinalti tapi sang eksekutor Mahrez tidak bisa melakukan tugasnya dengan baik.

Pada laga ini, Liverpool seperti biasa menurunkan Sane, Salah dan Firmino di lini depan. Henderson, Milner dan Widjnaldum ada di lini tengah.  City sendiri sedikit melakukan perubahan. Mahrez di pasang di lini depan ditemani oleh Aguero dan Sterling. Sane yang biasanya menjadi starter tidak lagi turun pada laga ini.

City sedikit lebih unggul dalam penguasaan bola karena memperoleh ball possession sebanyak 51 persen.  Itu artinya bermain di kandang Liverpool kedua tim menerapkan permainan terbuka. Jual beli serangan terjadi pada laga ini.  Namun sampai peluit berbunyi tidak juga satu gol terjadi.

Liverpool dan City memang dijagokan akan  bisa menjuarai liga Inggris. Chelsea juga dianggap sebagai pesaing untuk menjadi juara. Maka wajar saja bila sebelum laga ini bergulir banyak opini yang menilai akan seperti apa laga ini berjalan.

Tak diragukan lagi Liverpool memang punya segudang pemain bagus. Triliunan rupiah dikeluarkan oleh The Reds untuk membangun skuad yang bermutu. Pun demikian dengan Manchester City. Tim ini semenjak diasuh Guardiola menjelma menjadi salah satu tim dengan paling banyak mengeluarkan uang. Maka tak heran bila City berhasil menggeser United sebagai penguasa Liga Inggris.

Pada laga melawan Liverpool, meskipun hasil imbang yang didapatkan, Guardiola mengaku puas dengan hasil itu. Tidak mudah bermain tidak kebobolan di kandang Liverpool  karena mereka punya lini serang yang menakutkan. City sendiri sebenarnya apes di laga ini. Mengapa demikian ? Seharusnya Aguero yang menjadi eksekutor tapi entah kenapa Mahrez yang maju dan hasilnya tidak maksimal.

City kini ada di peringkat satu sama poin dengan Chelsea tapi unggul selisih poin. Liverpool pun sama poin dengan The Citizen tapi tidak bisa mendapatkan posisi yang bagus karena kalah agresif. Melihat semua yang ada, tentu saja persaingan untuk mendapatkan gelar BPL semakin sengit saja. Liverpool, City dan Chelsea memang yang menjadi favorit tapi perlahan namun pasti Arsenal dan Spurs pun mulai tampil bagus. Karena itu, masih sulit menentukan siapa yang akan menjadi juara BPL musim ini.

City memang tidak kehilangan pemain inti di musim ini. Anak asuh Guardiola bahkan bisa mendatangkan Mahrez yang dibeli mahal dari Leicester City. Sejauh ini, penampilan Mahrez memang bagus dengan raihan 3 gol. Namun persaingan di Manchester City yang sangat seru membuat pemain ini sering menjadi cadangan.

Liverpool sendiri sudah beberapa laga secara beruntun tidak menang.  Itulah mengapa di laga selanjutnya Liverpool harus kembali meraih tiga poin. Tentu saja bermain kompak dan tanpa beban harus diperagakan oleh anak asuh Klopp. Masih panjang musim  ini sehingga masih banyak kesempatan untuk memperbaiki diri. Liverpool yang pasti harus mendapatkan trofi agar pembelian pemain mahal tidak percuma. Liverpool harus bagus juga di Liga Champions karena ini saatnya mengakiri musim dengan trofi liga Champions yang sudah lama tidak diperoleh oleh The Reds.