Di Liga Primer Inggris musim 2018-2019 ini, Manchester United masih belum menunjukkan performa yang menjanjikan. Setelah finis di posisi kedua musim lalu, kini Manchester United masih terseok-seok di papan tengah. Mereka kini berada di peringkat ke delapan klasemen sementara dengan torehan 20 poin dari 12 pertandingan. Mereka tertinggal tujuh poin dari Tottenham Hotspur yang berada di peringkat empat klasemen. Bahkan, mereka terpaut cukup jauh dengan rival sekota, Manchester City, yang kini menjadi pemuncak klasemen sementara Liga Primer Inggris dengan jarak 12 poin.

 

Salah satu hal yang diindikasikan sebagai penyebab buruknya performa The Red Devils musim ini adalah gaya kepelatihan dari Jose Mourinho. Banyak yang menilai gaya kepelatihan dari Mourinho sudah kuno. Dalam beberapa tahun terakhir, Jose Mourinho kerap kali menggunakan strategi bertahan terutama ketika menghadapi tim-tim besar. Dalam beberapa kesempatan, mereka memang sukses mencuri satu bahkan tiga poin ketika bermain secara bertahan. Namun, tak jarang strategi tersebut gagal menyelamatkan MU dari kekalahan. Beberapa pihak menilai strategi bertahan yang diterapkan oleh Mourinho justru akan menghalangi pemain-pemain seperti Anthony Martial dan Marcus Rashford untuk menampilkan kemampuan terbaiknya. Selain gaya bertahan yang sering ia terapkan di lapangan, ada juga kabar yang memberitakan bahwa Mourinho kurang handal dalam memperlakukan para pemain bintangnya. Pemain-pemain seperti Paul Pogba, Anthony Martial dan Marcus Rashford disebut memiliki hubungan yang kurang baik dengan Mourinho. Hal ini tentu membuat suasana ruang ganti Manchester United menjadi memanas. Sehingga, masalah tersebut juga berpengaruh terhadap performa para pemain di atas lapangan. Jika Jose Mourinho tidak mengubah gaya kepelatihannya, bukan tidak mungkin ia akan dibayang-bayangi isu pemecatan.

 

Meski mendapat banyak kritikan dari berbagai pihak, namun ada juga beberapa mantan pemain sepak bola yang masih percaya dan memberikan dukungan untuk pelatih asal Portugal tersebut. Salah satu mantan pemain sepak bola tersebut adalah Steven Gerrard. Gerrard yang kini menjadi pelatih di klub Liga Skotlandia, Glasgow Rangers, masih yakin dengan kualitas yang dimiliki oleh Jose Mourinho. Gerrard sendiri saat masih aktif bermain bersama Liverpool sempat diminati oleh Mourinho yang kala itu masih melatih Chelsea pada tahun 2005. Ia menganggap Mourinho masih akan kembali memberikan trofi kepada Manchester United.

 

“Saya pikir hanya satu kata (untuk Mourinho): pemenang. Dia adalah seorang pemenang. Ketika seorang pemenang merasa hal-hal di sekitarnya bisa mempengaruhi peluang untuk menang, sangat mungkin terjadi perubahan sikap,” ujar Gerrard dilansir Mirror.

“Tapi dia tetaplah manajer kelas dunia dan sudah memenangi beberapa hal di United. Tidak akan mengejutkan buat saya jika ia memenangi trofi lagi bersama MU.”

“Saya pikir dia melakukan beberapa jal dengan sengaja untuk menggembleng dan mengangkat mentalitas (tim). Akan sangat bodoh jika melepasnya dari pantauan,” tambah Gerrard.

 

Sejauh ini, Jose Mourinho memang telah mempersembahkan dua trofi untuk Manchester United. Dua trofi tersebut adalah gelar juara Piala Liga dan Liga Europa. Jika ia mulai mengubah gaya kepelatihannya, bukan tidak mungkin Mourinho akan tetap dipertahankan oleh Manchester United sebagai pelatih kepala dan menambah jumlah trofi lain. Memang benar apa yang dikatakan oleh mantan kapten Liverpool, Steven Gerrard, bahwa Mourinho adalah seorang pemenang. Ia telah mengukir berbagai prestasi bersama klub-klub yang pernah ia tangani. Sebelum melatih The Red Devils, Mourinho pernah mempersembahkan berbagai trofi bergengsi untuk FC Porto, Chelsea, Inter Milan, dan Real Madrid.