Pembaca setia sepakbola Indonesia Hasil buruk MU bersama mourinho di awal musim ini memang mendatangkan kritik. Bahkan sang manajer kabarnya akan dipecat bila tidak bisa mendapatkan poin di lawa melawan Burnley. Menang tipis kala melawan Leicester di laga perdana dan  kalah di dua laga berikutnya termasuk saat dibantai Spurs, United memang sedang menjalani periode buruk. Bahkan hasil itu disebut sebagai start terburuk MU setelah tahun 1992/1993.

Berdasarkan data yang di dapat tim sepakbola Indonesia, banyak faktor yang menyebabkan performa MU menurun. Salah satunya adalah kegagalan Mou mendatangkan pemain incaran seperti William dan Perisic.  Selain itu, Hubungan Mou dengan manajemen klub juga dikabarkan sedang tak bagus. Belum lagi beberapa pemain dikabarkan tak suka dengan gaya melatih The Special ones.  Itulah mengapa Mou dianggap tidak bisa memimpin MU untuk bisa bersaing di BPL musim ini.

Sumber tim sepakbola Indonesia  menyebutkan jika isu penggantian Mou oleh Zidane dikabarkan mencuat. Zidane yang baru saja hengkang dari Madrid memang sedang menganggur. Tapi tentu saja semua belum menjadi nyata. Nasib Mou memang masih amat tergantung pada laga berikutnya saat bertemu Burnley.  Tapi Mourinho tetam mengaku sebagai salah satu manajer terbaik di dunia di tengah buruknya start setan merah di BPL.  Ia memaparkan bahwa prestasinya tidak bisa hanya diukur dalam sekejap saja. Para pengkritik harus melihat apa yang dia capai secara keseluruhan. Ia mengaku sudah banyak memenangi trofi bergengsi dan hal itu harus dilihat sebagai sebuah pencapaian.

Memang banyak media yang mengkritik dan bahkan mulai meragukan kemampuan Mou melatih sebuah klub. Belum lagi gaya pelatih asal Portugal ini yang kerap mengkritik para pemainnya di media. Tapi bila dilihat dari prestasi The Special Ones, tentu saja tidak bisa dianggap remeh atas semua pencapaiannya. Meraih Treble bersama Inter Milan dan bisa membuat Porto menjadi juara Liga Champions tentu saja bukan karena keberuntungan semata.  Ia juga merupakan satu dari beberapa pelaih yang selalu memberikan titel juara liga bagi tim yang diasuhnya.

Mourinho memang dikenal dengan manajer yang pragmatis. Yang terpenting adalah menang, tidak peduli keindahan saat bermain. Kerap menerapkan tak tik parkir bus, Mou memang sering dianggap sebagai manajer yang merusak sepak bola moderen. Tapi sang manajer tak pernah setuju dengan pandangan bahwa menang harus dilalui dengan sepak bola indah. Bagi mou, ball possession dan bermain cantik tidak aka nada artinya bila kekalahan yang didapat. Prestasi mou sendiri memang sedang menurun di beberapa tahun terakhir ini. Ia bahkan dipecat dari Chelsea yang membesarkan namanya di pentas dunia.  Di Madrid pun ia tidak bisa mencapai target yaitu meraih juara Champions padahal sang pelatih sudah sangat berpengalaman di kompetisi itu.

Tentu Mou perlu pembuktian atas apa yang ia ucapkan bahwa ia adalah pelatih terbaik dunia. MU harus bisa tampil bagus dan meraih trofi bergengsi bila memang The Special Ones masih mau dianggap sebagai yang terbaik. Tapi bila melihat capaian MU sejauh ini dan kemampuan sang pelatih mengelola pemain yang ada, tampaknya akan ada masalah serius yang dihadapi United. Tiga laga yang telah dijalani MU bahkan membuat banyak pihak menilai anak asuh Mou tidak masuk ke dalam penantang juara BPL. Waktu tentu saja yang akan memberikan jawaban apakah Mou bisa memberikan yang terbaik bagi anak asuhnya dengan meraih berbagai gelar atau apa yang ia ucapan sebagai yang terbaik itu hanya bualan belaka.

Tinggalkan Balasan