Dunia sepak bola Indonesia kembali berduka setelah salah satu suporter kesebelasan liga 1 lagi dan lagi harus meregang nyawa hanya karena ingin melihat dan membela tim kesayanganya secara langsung. Kejadiaan naas kali ini menimpa salah satu jak mania, sebutan untuk suporter dari Persija Jakarta, nama dari korban ini adalah Haringga Sirla. Haringga merupakan warga Cengkareng, Jakarta Barat. Ia tewas seketika ditempat kejadian yakni di area parkir dari Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada saat sebelum pertandingan antara macan kemayoran dengan maung bandung dimulai. Ia dikeroyok secara ramai-ramai oleh beberapa bobotoh dan memukulinya secara membabi buta seolah-olah Haringga adalah pelaku kriminalitas.

Terkait kematian yang dialami oleh Haringga ada beberapa fakta terkait hal itu. Pada saat pergi ke Bandung ia pergi seorang diri tanpa ditemani siapa pun. Ia pamit kepada ibunya kalau ia sedang ada pekerjaan dengan temanya yang berada di Bandung. Namun diluar dugaan ia malah pergi ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api Sendirian dan hal itu diketahui oleh beberapa bobotoh yang kemudian meneriaki Haringga kalau ia adalah seorang jak mania. Dari situlah tragedi pengeroyokan tersebut dimulai.

Fakta lainya terkait kematian Haringga adalah firasat dari ibu Haringga sendiri. Di mata ibu Haringga ia adalah sosok lelaki yang pandai dan mudah bergaul dengan orang-orang. Ia juga dikenal sangat menyukai sepak bola sampai-sampai kemanapun Persija bermain ia akan berusaha menontonya secara langsung. Pada saat akan pergi ke Bandung ibu Haringga mendapat firasat aneh dari anaknya tersebut. Pada saat akan pergi Haringga meminta doa dan mencium tangan ibunya padahal sebelumnya ia jarang melakukan hal itu. Jika ia akan pergi ia akan pamit saja tanpa mencium tangan ibunya.

Dan fakta yang paling miris adalah pada saat kejadian pengeroyokan tersebut tak ada satupun aparat baik dari kepolisian yang berada di lokasi kejadian. Hal itu yang membuat para bobotoh semakin menjadi mengeroyok Haringga tanpa ampun. Menurut yang dikatakan oleh Brigjen Pol Dedi Prasetyo lokasi dari peristiwa pengeroyokan tersebut terbilang jauh dari Stadion Gelora Bandung Lautan Api jadi wajar saja tak ada aparat kepolisian yang berjaga di area tersebut. Karena para aparat kepolisian lebih berfokus untuk menjaga di dalam Stadion.

Fakta miris lainya terkait pengeroyokan yang dialami oleh Haringga adalah pada saat sebelum dikeroyok ia sempat lari dan meminta perlindungan dari tukang bakso yang berjualan di sana. Namun para bobotoh langsung menyeret Haringga dan memintai kartu identitasnya. Setelah mengetahui bahwa Haringga adalah warga Jakarta dan seorang jak mania ia langsung dikeroyok dan dihajar habis-habisan. Pada saat mengeroyok Haringga para bobotoh tak cukup hanya memukuli atau menendang saja. Bahkan mereka dengan tega menghantam kepala dari Haringga menggunakan balok kayu. Bahkan Haringga juga dilempari dengan piring, botol kaca, dan benda keras lainya oleh para bobotoh. Tak cukup disitu saja kekejaman dari bobotoh, setelah Haringga sudah sangat berlumuran darah dan sudah tak sadarkan diri para bobotoh tetap mengeroyoknya secara habis-habisan seolah-olah Haringga merupakan pelaku kriminal.

Fakta lain datang dari gubernur Jawa Barat yakni Ridwan Kamil dan gubernur DKI Jakarta yakni Anis Baswedan. Setelah mengetahui peristiwa ini kedua kepala daerah tersebut sangat marah atas tindakan tersebut dan mengecamnya. Kedua kepala daerah tersebut juga terlihat melayat ke kediaman dari Haringga.

Tinggalkan Balasan