Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi telah resmi dilantik sebagai Gubernur Sumatera Utara pada Rabu, 5 September 2018 kemarin. Edy dan wakilnya resmi dilantik oleh sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara bersama dengan delapan pasangan gubernur dan wakil gubernur lain. Para Gubernur dan Wakil Gubernur tersebut dilantik oleh Presiden Joko Widodo. Hal ini tentu menghebohkan berita bola Indonesia, apalagi Edy Rahmayadi sudah menegaskan bahwa dirinya tidak akan mundur dari PSSI.

Seperti yang telah kita ketahui, bahwa Edy Rahmayadi kini juga telah menjabat sebagai Ketua Umum PSSI. Sejak Edy mencalonkan diri sebagai Gubernur Sumatera Utara pada Pilkada 2018 lalu, berita bola Indonesia sudah ramai mengenai teka-teki apakah Edy Rahmayadi akan mempertahankan posisinya sebagai Ketua Umum PSSI. Publik pecinta sepak bola Indonesia tentu was-was dengan nasib persepakbolaan Indonesia jika Edy merangkap jabatan sebagai kepala daerah. Berita bola Indonesia semakin ramai ketika ternyata Edy Rahmayadi terpilih sebagai Gubernur Sumatera Utara beberapa waktu lalu. Hal ini membuat banyak masyarakat pecinta sepak bola Indonesia yang menyuarakan keinginan mereka agar Edy Rahmayadi mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI. Bahkan, para netizen juga tak takut untuk menyerang akun Instagram pribadi milik Edy Rahmayadi dengan hastag #EdyOut. Meski banyak mendapat kecaman dari masyarakat, tetapi Edy Rahmayadi tetap kukuh untuk mempertahankan jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI. Hal tersebut juga ia tegaskan usai resmi dilantik sebagai Gubernur Sumatera Utara.

“Iyalah, masak mau berhenti besok. Amanah rakyat saya sampai tahun 2020 dan saya akan kerjakan. Ini ada Sekjen yang mana setiap hari kami selalu berbicara tentang sepak bola. Kami selalu bicara bagaimana PSSI ke depan,” kata Edy. Bahkan, ia menjamin PSSI akan tetap berjalan sesuai dengan program yang sudah dibuat. Edy Rahmayadi juga menyebut PSSI sudah menyusun program hingga tahun 2024 yang disusun oleh Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria.

“Begini saudara-saudara saya semuanya, tolong sampaikan pada seluruh rakyat Indonesia. Rencana dan konsep (PSSI) sudah dibikin sampai 2024 oleh Sekjen dan dia terus berjalan. Saya ada di mana organisasi sudah berjalan,” jelas Edy. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta membesarkan sepak bola Indonesia agar menjadi lebih baik lagi.

“Jangan tergantung pada saya. Ini orang senang sekali mau di tengah jalan diganti. Dianggapnya PSSI seperti politik, tidak. Ini adalah pembinaan sepak bola. Tolong sampaikan pada rakyat, besarkan PSSI dan kerjakan dengan baik,” pungkas Edy Rahmayadi.

Meski Edy Rahmayadi yakin bahwa dia bisa mengemban tugas sebagai Ketua Umum PSSI dan Gubernur Sumatera Utara, tetapi hal ini tetap membuat masyarakat pecinta sepak bola Indonesia merasa khawatir. Masyarakat ingin agar PSSI benar-benar dipimpin oleh seseorang yang memiliki komitmen penuh terhadap PSSI. Hal ini tentu saja demi kemajuan sepak bola Indonesia. Apalagi, jika kita melihat negara-negara Asia Tenggara seperti Thailand, Vietnam, dan Malaysia yang terlihat sangat serius dalam membangun sepak bola di negerinya.

Berita bola Indonesia juga semakin dibuat ramai ketika beredar kabar bahwa FIFA melarang seorang Ketua Umum federasi sepak bola merangkap jabatan di dunia politik. Sesuai dengan surat FIFA untuk Federasi Timor Leste tahun 2014, saat itu ketua FA Timor Leste terlibat korupsi dana FIFA. Di surat tersebut juga tercantum bahwa ketua FA tiap negara dilarang memiliki dua jabatan di dunia politik. Atau hukumannya dibekukan organisasi tersebut.

Tinggalkan Balasan