Salah satu raksasa Liga Primer Inggris, Chelsea, tengah dihantui ancaman hukuman untuk membeli pemain baru selama dua tahun ke depan. Hal ini dikarenakan The Blues diduga sudah melakukan transfer pemain di bawah umur. Salah satu pemain muda yang dimaksud adalah Bertrand Traore.

 

Bertrand Traore adalah pemain muda asal Burkina Faso yang dibeli Chelsea pada tahun 2011. Traore dibeli oleh Chelsea dari klub lokal Burkina Faso yaitu AJEB. Saat itu, Bertrand Traore diketahui masih berusia 16 tahun. Artinya, Chelsea telah melakukan pembelian pemain yang masih berusia di bawah 18 tahun. Hal ini tentu saja melanggar aturan dari FIFA mengenai transfer pemain muda. Pemain yang dibeli yang berasal dari luar Eropa minimal harus berusia 18 tahun. Chelsea sempat mengelak terkait masalah transfer dari Bertrand Traore. Mereka menyebut bahwa pemain belia tersebut hanya melakukan trial di Chelsea, bukan dibeli. Padahal, pada kenyataannya The Blues memberikan uang sebesar 154 ribu pound sterling dimana 13 ribu pound sterling masuk ke dalam kas klub dari Bertrand Traore. Akibat dari masalah transfer Bertrand Traore ini, Chelsea terancam akan mendapatkan hukuman larangan untuk melakukan aktivitas pembelian pemain selama empat kali bursa transfer atau selama dua tahun mulai musim panas 2019. Bahkan, klub asal London tersebut juga bisa dikenai denda sebesar 380 ribu pound sterling atas tuduhan membeli 14 pemain muda secara tidak sah. Seperti yang diberitakan oleh kantor berita asal Perancis, Mediapart mengenai investigasi aktivitas transfer tidak sah yang dilakukan oleh Chelsea. 14 pemain muda yang didatangkan tersebut diketahui masih berusia di bawah dari 18 tahun. Investigasi tersebut dilakukan usai adanya isu transfer ilegal dari Bertrand Traore.

 

“Badan Integritas dan Penyesuaian FIFA telah menyarankan Chelsea dilarang untuk mendatangkan pemain selama satu jendela transfer seusai kasus Traore,” dikutip dari Mediapart.

“Mereka juga harus dihukum selama tiga jendela transfer lagi terkait 13 kasus yang lain serta membayar denda sebesar 45 ribu pound,” lanjut Mediapart. Bertrand Traore sendiri baru mendapatkan kontrak profesional pada tahun 2013. Lalu ia mulai masuk ke skuat utama Chelsea pada tahun 2014-2015. Setelah itu, Traore dipinjamkan ke klub Eredivisie Belanda, Vitesse Arnhem dan mengoleksi 48 pertandingan. Kemudian, ia kembali dipinjamkan ke klub Eredivisie Belanda lainnya yaitu Ajax Amsterdam. Usai beberapa kali menjalani masa peminjaman dengan klub lain, Traore akhirnya dijual ke klub Ligue 1 Prancis yaitu Olimpique Lyon. Saat itu, pemain berusia 23 tahun dilepas dengan banderol sebesar 8,8 juta poundsterling, dengan opsi pembelian kembali atau buy back clause. Sementara itu, Bertrand Traore hanya mampu diber kepercayaan bermain sebanyak 16 kali dengan sumbangan empat gol untuk Chelsea.

 

Chelsea memang dikenal sangat gemar membeli pemain muda berbakat untuk masuk ke akademi maupun skuat utama mereka. Pada awal tahun 2000-an, Chelsea mulai menunjukkan kekuatannya usai dibeli oleh taipan minyak asal Rusia, Roman Abramovich. Ia bersedia menggelontorkan dana melimpah demi membangun skuat The Blues yang berisi pemain-pemain bintang. Hasilnya pun Chelsea sukses menjadi raksasa baru di Eropa dengan mengoleksi berbagai trofi. Setelah itu, Chelsea mulai melakukan peremajaan skuat dengan lebih memilih mendatangkan pemain-pemain muda berbakat. Hasilnya pun Chelsea selalu menjadi calon kuat juara pada setiap musimnya. Namun, jika ancaman larangan transfer ini benar-benar terwujud, maka Chelsea harus segera bergerak cepat untuk mendatangkan pemain-pemain incarannya pada bursa transfer Januari mendatang