Arsenal kini dilatih Unai Emery yang jasanya sudah tidak lagi dipakai oleh PSG. Tentu belum ada bukti apapun bahwa Emery memang lebih baik dari Arsenal karena belum satu trofi pun diraih oleh pelatih asal Spanyol itu.  Namun Emeri setidaknya sudah tidak hanya memikirkan gaya saja. Sepak bola pragmatis sudah mulai diperlihatkan Arsenal pada musim ini.

Sebelumnya Arsene Wenger telah melatih Arsenal selama 22 tahun. Tentu itu merupakan waktu yang cukup lama. Selama melatih, Wenger memang sempat mengangkat citra The Gunners dengan memenangi tiga titel BPL namun sayang gelar terakhir terjadi pada musim 2003/2004. Itu artinya Arsenal memang sudah lama tidak mendapatkan gelat bergengsi.

Setelah kali terakhir mendapatkan trofi liga, Arsenal hanya mendapatkan trofi piala FA yang tentu saja dianggap kurang bergengsi. Cech yang kini menjadi kiper Arsenal memang terjadi perbedaan di era Emeri. Ia mengatakan bahwa Arsenal kini bermain lebih pragmatis yaitu mempunyai tujuan menang meskipun berlaga dengan buruk.

Pada era Wenger, kerap sekali Arsenal berusaha bermain cantik padahal yang didapatkan adalah kekalahan.  Itulah mengapa Arsenal tidak mendapatkan trofi bergengsi karena kehilangan banyak poin di banyak laga.  Musim ini, Emeri tidak mendatangkan banyak pemain bagus. Hanya Leno dan mantan bek Juventus saja yang datang. Tentu saja warisan Wenger masih banyak. Pemain sekelas Ozil, Aubumeyang dan Lacazette adalah beberapa nama rekrutan Arsenal yang masih dipertahankan oleh Emeri.

Arsenal kini masih duduk di posisi di luar empat besar. Tentu saja tak tik Emery belum bisa dibilang sukses. Tapi setidaknya Arsenal sudah mulai konsisten dengan menang di beberapa laga terakhir termasuk menang di ajang liga Eropa.  Arsenal memang tidak bermain di liga Champions musim ini setelah pada musim lalu hanya finish di posisi keenam. Tentu saja liga Eropa bukan kompetisi semestinya untuk Arsenal karena selama ini memang anak asuh Emery selalu menapak ke liga Champions.

Emery meman dianggap sebagai spesialis liga Eropa. Bersama Sevilla mantan klubnya, pelatih ini pernah mendapatkan tiga trofi secara beruntun untuk liga Eropa.  Tentu saja bersama Arsenal, besar harapan publik pelatih asal Spanyol ini bisa memberikan trofi juga. Namun tidak mudah tentu saja, musim lalu saja, Arsenal harus rela kalah bersaing dengan Atletico Madrid.

Musim tentu saja masih panjang dan Arsenal bisa saja terus melaju apik di Liga Inggris. Persaingan bukan saja milik Liverpool, Chelsea dan City yang memang tampil konsisten tapi juga Arsenal yang bisa saja membuat kejutan.  Penampilan yang semakin membaik sudah mulai diperlihatkan oleh anak asuh Emery mengingat, di awal musim pada tiga laga, Arsenal hanya menang sekali saja.

Dengan operan pendek dan juga sepak bola yang lebih pragmatis, Arsenal akan lebih sedikit kehilangan poin meskipun  permainan buruk sedang ditunjukkan. Arsenal tentu saja harus konsisten menang karena tim lain seperti Liverpool dan City konsisten meraih tiga poin.

Nah, apakah sepak bola pragmatis ala Arsenal akan bisa mendatangkan trofi ? Tentu saja tidka mudah menjawabnya karena memang persaingan di Liga dan juga di Champions amat ketat. Tak diragukan lagi Arsenal bisa saja mendapatkan batu sandungan sehingga akan seperti di era Wenger pada tahun tahun terakhirnya yaitu tidak mendapatkan apapun.  Tentu saja waktu yang nantinya akan membuktikan kesahihan pasukan Arsenal.

Tinggalkan Balasan