Laga ini terjadi di stadion Kanjuruhan Malang yang mempertemukan tim tuan rumah yakni laskar singo edan dan juga tim tamu yaitu laskar sapeh kerrab. Laga kali ini dimenangkan oleh tim tuan rumah dengan 2 gol tanpa balas yang membuat laskar sapeh kerrab tak mampu mencuri skor dari laga tandang ini. Pada saat babak pertama dimulai kedua tim masih melakukan strategi beradaptasi dengan permainan dari keduanya dan tempo permainan masih berjalan secara perlahan. Keberadaan bola sendiri lebih sering berada di lini tengah permainan saja namun sesekali berada pada area sayap kedua kubu. Meskipun pada awal pertandingan tempo permainan belum begitu cepat namun beberapa peluang emas juga ditunjukkan oleh kedua tim baik dari kubu laskar singo edan maupun dari kubu laskar sapeh kerrab. Dari kubu laskar singo edan salah satu peluang emas tercipta dari kaki Rivaldo Bawuo yang hampir saja berhasil mengoyak gawang laskar sapeh kerrab lewat tendangan kerasnya. Namun sayangnya tendangan tersebut masih melebar dari mistar gawang laskar sapeh kerrab. Dari kubu laskar sapeh kerab pun juga tak mau kalah dengan tim tuan rumah. Beberapa kali mereka mendapat peluang emas namun kurang bisa dimanfaatkan dengan baik sehingga tak mengubah kedudukan skor yang ada. Greg Nwokolo lah yang sering menyerang lini pertahanan dari laskar singo edan. Umpan-umpan dari pemain gelandang laskar sapeh kerrab sering diberikan kepada Greg Nwokolo namun sayangnya bek yang dimiliki laskar singo edan lebih sigap dalam upaya pertahanan dan perebutan bola sehingga bola tersebut tak sampai membahayakan lini pertahanan laskar singo edan. Pada menit akhir pertandingan tim laskar singo edan akhirnya bisa bernafas lega karena berhasil mencetak gol yang membuat mereka bisa memimpin pertandingan babak pertama. Gol ini terjadi pada menit ke 45+5 lewat tendangan pinalti yang dilakukan oleh Makan Konate. Tendangan keras yang dilakukanya ternyata bisa mengelabuhi kiper laskar sapeh kerrab dan membuat skor menjadi 1-0 dan gol ini juga mengakhiri babak pertama.

Di babak kedua skema permainan dari laskar singo edan lebih dominan ke strategi bertahan. Strategi ini sengaja dilakukan oleh pelatih laskar singo edan yakni Milan Petrovic yang bertujuan agar stamina dari pemain laskar singo edan tidak terlalu terkuras dan juga dengan permainan bertahan seperti ini mereka lebih dominan melakukan serangan balik secara cepat. Walaupun bermain bertahan tim tuan rumah juga kerab melakukan serangan yang lumayan membahayakan pertahanan dari tim tamu. Dari kubu laskar sapeh kerrab skema permainanya pun tak jauh berbeda dengan skema permainan yang mereka lakukan pada babak pertama. Greg Nwokolo menjadi pemain tumpuan untuk menyerang pertahanan dari laskar singo edan. Peluang emas juga beberapa kali berpihak pada laskar sapeh kerrab. Salah satunya terjadi pada menit ke 55. Dimana pada saat itu terjadi situasi kemelut di area gawang dari Utam Rusdiana yang hampir saja membuat tim tamu bisa menyeimbangkan skor. Namun Ahmad Johan Alfarizi dengan sigap bisa menyelamatkan bola yang menggelinding pelan ke arah gawang Utam Rusdiana. Keinginan pelatih laskar sapeh kerrab untuk mencuri skor dari laga ini membuat Gomes De Oliviera melakukan rotasi pemain pada menit akhir pertandingan guna menambah daya gedor serangan. Alih-alih bisa menyeimbangkan skor tim tamu malah kebobolan lagi lewat gol yang dilakukan Dedik Setiawan pada menit ke 89. Gol ini sekaligus menutup pertandingan dan mebuat laskar singo edan menang 2-0.

Tinggalkan Balasan