Didier Drogba resmi mengumumkan kabar pensiunnya sebagai pemain sepak bola setelah selama 20 tahun berkarier. Pemain asal Pantai Gading tersebut mengakhiri karier sepak bolanya di klub Phoenix Rising yang berlaga di divisi dua liga sepak bola Amerika Serikat. Drogba resmi gantung sepatu di usianya yang ke 40 tahun. Ia telah meraih berbagai gelar bergengsi bersama klub-klub yang pernah ia bela.

 

“Setelah 20 tahun, saya telah memutuskan untuk mengakhiri karier bermain saya,” kata Drogba kepada Sportshour di BBC World Service.

“Ini adalah cara terbaik untuk mengakhirinya, membantu beberapa talenta muda untuk berkembang,” sambungnya.

“Memberi kembali ke sepak bola adalah cara terbaik untuk mengakhirinya karena saya banyak belajar dari permainan ini,” ujar mantan pemain Chelsea tersebut.

 

Selama berkarier menjadi pemain sepak bola, Drogba memang dikenal sebagai seorang striker yang garang di depan gawang lawan. Kemampuan utamanya adalah pada kekuatan, sepakan keras yang akurat, dan sundulan tajamnya yang sering menjadi momok bagi para pemain belakang dan penjaga gawang tim lawan. Ia menunjukkan diri sebagai salah satu striker terhebat di dunia ketika membela tim asal Inggris, Chelsea. Bersama tim asal kota London tersebut, Didier Drogba bermain sebanyak 341 penampilan dengan koleksi 157 gol. Ia membela The Blues selama dua periode. Periode pertamanya adalah pada musim 2004-2012 dimana pada musim pertamanya ia berhasil mencetak 16 gol dari 41 laga yang ia jalani di seluruh ajang yang diikuti Chelsea. Saat itu, ia didatangkan dari Marseille setelah tampil garang dengan mengemas 32 gol dalam semusim. Dan sejak musim pertamanya bersama Chelsea, ia terus berkembang menjadi salah satu striker kelas dunia.

 

Salah satu momen terbaiknya ketika berseragam Chelsea adalah pada ajang Final Liga Champions Eropa tahun 2012. Ketika itu The Blues berhadapan dengan Bayern Munich di markas lawan. Meski bermain di hadapan puluhan ribu supporter Bayern, Drogba dan kawan-kawan yang kala itu tidak diunggulkan mampu menahan imbang Bayern Munich dengan skor 1-1. Drogba menjadi penyelamat Chelsea setelah mencetak gol penyeimbang melalui tandukannya pada menit-menit akhir waktu normal. Laga pun dilanjutkan dengan dua kali extra time namun tidak ada gol tambahan dari kedua kubu. Akhirnya laga harus ditentukan dengan adu penalti yang sangat menegangkan. Drogba yang menjadi penendang terakhir berhasil menaklukkan gawang Bayern Munich yang dijaga oleh Manuel Neuer. Penalti tersebut sekaligus memastikan Chelsea menjadi juara Liga Champions Eropa untuk pertama kali dalam sejarah klub. Si Biru juga menjadi tim pertama dan satu-satunya tim asal Kota London yang mampu meraih gelar tersebut hingga kini.

 

Setelah meninggalkan Chelsea pada akhir musim 2012, Drogba memutuskan untuk menjajal Liga Super China dengan bergabung bersama Shanghai Shenhua. Bersama klub asal China tersebut, ia tampil sebanyak 11 kali dengan catatan delapan gol. Hanya bertahan satu musim, ia memutuskan untuk kembali ke Eropa dengan bergabung bersama Galatasaray di Liga Turki. Ia mampu menyumbangkan 15 gol dari 37 penampilannya. Pada musim 2014-2015, ia kembali ke Chelsea yang dilatih oleh Jose Mourinho untuk kedua kali. Pada periode keduanya tersebut, ia masih bisa memberikan kontribusi tujuh gol dari 39 pertandingan sekaligus membawa Chelsea menjuarai Liga Primer Inggris dan Piala Liga Inggris.

 

Kini, penyerang yang identik dengan nomor punggung 11 tersebut telah memutuskan untuk gantung sepatu. Menarik untuk ditunggu kiprah selanjutnya dari legenda Chelsea dan Tim Nasional Pantai Gading tersebut.