Posisi Jose Mourinho di kursi kepelatihan Manchester United terus mengalami tekanan. Hal ini dikaitkan dengan performa The Red Devils yang masih belum menunjukkan performa impresif. Salah satu hal yang diduga sebagai penyebab buruknya penampilan Manchester United adalah gaya kepelatihan Jose Mourinho yang dinilai sudah usang. Beberapa pihak menyarankan agar Mourinho mengubah gaya kepelatihannya jika masih ingin dipertahankan Manchester United. Terutama, mengenai cara pendekatan Mourinho kepada anak asuhnya.

 

Selama ini, pelatih yang akrab disapa ‘Mou’ itu dinilai memiliki hubungan yang kurang baik dengan beberapa pemainnya. Terutama cara dia memperlakukan para pemain bintang yang dimilikinya. Beberapa pemain bintang Manchester United yang memiliki hubungan kurang baik dengan Mou antara lain Paul Pogba, Anthony Martial, hingga pemain muda potensial, Marcus Rashford. Ketiga pemain tersebut memiliki peran yang sangat vital bagi Manchester United sejauh ini. Jika Mou masih belum bisa memperbaiki hubungannya dengan para pemain tersebut, hal ini tentu berpengaruh pada performa mereka di atas lapangan. Bahkan, bukan tidak mungkin ketiga pemain tersebut akan meninggalkan Manchester United karena kurang nyaman dengan Jose Mourinho. Meski kemungkinan besar justru Mourinho lah yang dibayang-bayangi pemecatan. Meski begitu, Vice Chairman MU, Ed Woodward, menepis isu tersebut. Ia memastikan bahwa hubungan antara Mourinho dengan para pemain baik-baik saja.

 

Saat ini, Manchester United berada di posisi delapan klasemen sementara Liga Inggris. Posisi yang buruk untuk klub sekelas Manchester United. Manchester United telah bermain sebanyak dua belas kali dengan raihan 20 poin. Jumlah tersebut berselisih 12 poin dari rival sekota, Manchester City, yang berada di puncak klasemen. Beberapa pihak menyarankan agar Jose Mourinho segera mengubah gaya kepelatihannya sekaligus memperbaiki hubungannya dengan para pemain bintang. Salah satunya adalah mantan pemain Arsenal, Ray Parlour, menganggap Mourinho memang kurang baik dalam memperlakukan para pemainnya. Ia tidak bisa memperlakukan pemain masa lalu dan sekarang dengan cara yang sama. Sehingga, Mou harus segera membuat perubahan untuk meningkatkan performa tim asuhannya.

 

“Setiap orang memiliki gaya yang berbeda. Saya rasa Manchester United sudah mengetahui dengan jelas saat mereka merekrut Mourinho. Dia seorang pemenang, kalian tidak bisa mengabaikan trofi-trofi yang dimilikinya,” ujar Parlour yang dikutip dari Daily Stars.

“Pemain memang sedikit berbeda sekarang. Mereka diarahkan oleh agen, memiliki media sosial. Ada bisnis dalam sepak bola saat ini. Jadi, apakah dia harus beradaptasi dengan itu, saya tidak tahu,” sambungnya.

“Dia berada pada situasi sulit sebelumnya, dan mari kita lihat apa yang terjadi dengannya. Saya rasa dia tidak akan kemana-mana sampai setidaknya musim panas, mereka akan mempertahankannya sepanjang musim, dan mungkin mari kita lihat apa yang terjadi,” tambah Parlour.

 

Selain memiliki hubungan yang kurang baik dengan para pemain bintangnya, Mourinho juga seringkali menerapkan strategi bertahan dalam beberapa tahun terakhir. Strategi bertahan tersebut biasanya diterapkan oleh Mou ketika Manchester United menghadapi tim-tim besar. Filosofi bermain tersebut memang beberapa kali sukses membuat tim asuhan Mou mendapatkan satu hingga tiga poin. Namun, strategi tersebut juga sering tidak berhasil, salah satunya terjadi minggu lalu ketika MU bertandang ke Etihad Stadium melawan Manchester City. Dalam pertandingan tersebut, Manchester City mampu mendominasi jalannya laga dengan 65 persen penguasaan bola dengan menciptakan total 17 kali tembakan. Alhasil, The Red Devils harus menelan kekalahan dengan skor 3-1. Selain itu, strategi bertahan tersebut juga dinilai tidak bisa mengeluarkan performa terbaik dari Anthony Martial dan Marcus Rashford.