Setelah pembekuan yang dilakukan PSSI terhadap kompetisi liga 1 senior pada hari Selasa tanggal 25 September 2018 lalu liga 1 senior pun akhirya dimulai lagi pekan ini tepatnya pada hari Jumat tanggal 5 Oktober 2018. Dan pada laga perdana ini dibuka dengan pertandingan antara Persela Lamongan dengan PSIS Semarang di Stadion Surajaya Lamongan. Kemudian sehari setelahnya barulah laga sengit antara laskar singo edan yakni Arema Malang dengan laskar bajul ijo yakni Persebaya Surabaya digelar. Pada tepatnya hari Sabtu tanggal 6 Oktober 2018 pada pukul 15.30 WIB dan laga kali ini bertempat di markas dari laskar singo edan yakni di Stadion Kanjuruhan Malang.

Bermain di kandang sendiri sudah pasti menjadi salah sau keuntungan yang dimiliki oleh laskar singo edan. Mereka pastinya akan menunjukan kemampuan terbaik mereka agar bisa menang dan mencegah laskar bajul ijo mencuri poin dari laga kali ini. Laga kali ini juga digunakan oleh para pemain laskar singo edan untuk membalas dendam mengingat pada pertemuan pertama mereka dengan laskar bajul ijo pada leg pertama mereka dipermalukan di kandang laskar bajul ijo dengan skor tipis 1-0. Inilah yang menjadi salah satu penyemangat bagi laskar singo edan untuk memenangkan laga kali ini apalagi mereka bermain di kandang sendiri dan sudah pasti ditonton oleh para aremania secara langsung karena memang aremania merupakan salah satu suporter sepak bola paling loyal terhadap timnya pada kompetisi liga 1 ini.

Dari kubu laskar singo edan rupanya pada saat sesi latihan telah melakukan rotasi pemain yang dilakukan oleh pelatihnya yakni coach Milan Petrovic. Rotasi pemain ini dimaksudkan untuk mempertajam lini depan dari laskar singo edan dan juga coach Milan ingin mempercepat tempo permainan dari laskar singo edan. Oleh karena itu pada saat latihan yang dilakukan oleh laskar singo edan, coach Milan lebih sering menempatkan penyerang sayap dari laskar singo edan yakni Rivaldi Bawuo ke bangku cadangan. Coach Milan mengganti Rivaldi dan menjajal Ridwan Tawainella dan Sunarto untuk mengisi posisi dari Rivaldi. Coach Milan memilih Rivaldi karena menurutnya Rivaldi memiliki kelebihan pada bidang kecepatan yang bisa membantu penyerangan dari laskar singo edan.

Dari kubu laskar bajul ijo rupanya sedang diterpa badai lantaran 2 winger andalan dari coach Djajang Nurdjaman tak bisa mengikuti laga pada kali ini. Kedua winger tersebut diketahui sedang mengalami masalah perut sehingga tidak mungkin bisa mengikuti laga kali ini meskipun dipaksakan sekalipun malah bisa saja memperburuk kondisi 2 pemain tersebut. 2 pemain tersebut ialah Oktafianus Fernando dan juga Ferinando Pahabol. Meskipun coach Djanur kehilangan 2 winger andalanya ia seperti tak ambil pusing, benar saja karena laskar bajul ijo masih memiliki banyak pemain penyerang lainya yang kualitasnya di atas rata-rata. Dan juga 2 pemain asing yang dimiliki laskar bajul ijo yakni Otavio Dutra dan Robertino Pugliara kemungkinan bisa diberangkatkan pada laga kali ini.

Dan pada laga kali ini pihak panpel rupanya berusaha keras untuk menjaga kondisi dan keamanan pada laga kali ini  mengingat kedua tim ini memiliki suporter yang sama-sama sedikit berselisih satu sama lainya agar tragedi pengeroyokan seroang jak mania yang kemarin terjadi tak terulang lagi. Pihak panpel juga berkoordinasi dengan aparat kepolisian setempat untuk mencegah aksi sweeping yang biasa dilakukan oleh pihak bonek jelang pertandingan.