Usai pengunduran diri Angel Alfredo Vera dari kursi kepelatihan, Persebaya akhirnya memutuskan untuk menunjuk Djajang Nurjaman sebagai pelatih baru. Alfredo Vera berhenti usai gagal memenuhi ekspektasi selama putaran pertama Liga 1 Indonesia 2018. Padahal, Alfredo telah berjasa membawa Persebaya promosi ke Liga 1 usai menjadi juara Liga 2 musim 2017 lalu. Setelah mundur, posisi Alfredo sempat diisi oleh legenda hidup Persebaya Surabaya, Bejo Sugiantoro.

Setelah ditunjuk sebagai nahkoda baru klub berjuluk Baju Ijo, Djajang Nurjaman telah tiba di Surabaya. Djanur, sapaan akrabnya, mendarat di Bandara Udara Djuanda pada hari Selasa, 4 September 2018, sore hari. Pelatih asal Majalengka tersebut memimpin latihan perdananya bersama Persebaya Surabaya pada Rabu, 5 September 2018. Ia juga disambut di Wisma Persebaya yang berada di alan Karanggayam. Hal ini sama dengan apa yang Bajul Ijo lakukan ketika melakukan penyambutan kepada pelatih sebelumnya, Angel Alfredo Vera.

Ia mengaku senang dan mengucapkan terima kasih kepada manajemen yang telah memberikannya kesempatan untuk bisa mengemban tugas sebagai pelatih Persebaya Surabaya.

“Alhamdulillah, hari ini saya bisa sampai di Surabaya dengan selamat. Saya ucapkan terima kasih kepada manajemen yang telah memberikan kesempatan kepada saya di Persebaya,” ujarnya. Djanur memang dikontrak manajemen hingga kompetisi musim ini berakhir. Coach Djajang Nurjaman diberi target untuk bisa membawa klub kebanggaan warga Surabaya agar bisa duduk di peringkat enam kompetisi Liga 1 Indonesia akhir musim nanti.

Kehadiran Djajang Nurjaman sendiri disambut baik oleh para penggawa klub berjuluk Green Force tersebut. Salah satunya adalah kapten Persebaya, Rendi Irwan yang senang dengan kedatangan Coach Djanur. Ia berharap Persebaya Surabaya bisa lebih berprestasi di bawah kendali Coach Djajang Nurjaman.

“Selamat datang kepada Coach Djanur, selamat bergabung dengan Persebaya Surabaya. Semoga bersama kami dapat membawa Persebaya berprestasi lebih baik,” ucap gelandang mungil Persebaya Surabaya tersebut.

Pelatih berusia 53 tahun tersebut memang menjadi salah satu pelatih lokal yang berprestasi. Bahkan, tangan dingin Coach Djajang Nurjaman pernah membawa Persib Bandung menjadi juara Liga Super Indonesia pada musim 2015. Tidak hanya itu, Coach Djajang Nurjaman juga mampu membawa klub kebanggaan warga Bandung tersebut merengkuh gelar juara Piala Presiden juga pada tahun 2015. Kemudian, Coach Djanur juga mampu membawa PSMS Medan meraih tiket promosi ke Liga 1 Indonesia usai menjadi runner-up Liga 2 musim lalu. Saat itu, klub yang mengalahkan PSMS Medan adalah Persebaya Surabaya. Prestasi tersebut membuat Coach Djanur dipertahankan untuk melatih PSMS di kompetisi Liga 1 musim 2018. Sayangnya, ia belum mampu memuaskan jajaran manajemen PSMS sehingga terpaksa harus dipecat dari kursi kepelatihan klub asal Sumatera Utara tersebut. Usai dipecat, ia kini telah resmi akan menangani klub legendaris asal Jawa Timur, Persebaya Surabaya.

Di Persebaya, pelatih 53 tahun tersebut berniat untuk mempertahankan the winning team Persebaya.

“Mempertahankan kerangka tim juga perlu. Kalau dilihat, dengan beberapa pergantian, ternyata tidak mengubah kekuatan tim. Pemain pengganti rupanya bisa menunjukkan kualitasnya. Ini perlu dilihat perkembangannya,” ujar Coach Djanur.

Pemain yang di bangku cadangan, memiliki kelas yang tidak jauh dengan pemain yang tampil sebagai starter. Kualitas skuad Persebaya ini cukup merata dan tidak jomplang. Itu akan bagus buat saya nanti,” pungkasnya. Selama mengarungi putaran kedua Liga 1 Indonesia nanti, Djajang Nurjaman akan dibantu oleh Bejo Sugiantoro sebagai asisten pelatih.

Tinggalkan Balasan