Laga kedua pada pekan ini setelah dicabutnya hukuman pembekuan liga 1 senior oleh PSSI atas tragedi pengeroyokan salah satu jak mania hingga tewas tersebut mempertemukan laskar singo edan dengan laskar bajul ijo. Laga kali ini merupakan salah satu laga yang cukup seru yang ada di liga 1 senior. Karena laskar singo edan dan juga laskar bajul ijo merupakan tim yang keduanya memiliki rivalitas yang cukup tinggi bahkan dari kubu suporter juga. Dari pihak aremania dan bonek rupanya memiliki masalah yang bisa saja menimbulkan kericuhan. Oleh karena itu pada laga kali ini para bonek mania dilarang datang langsung untuk melihat timnya bermain. Mereka dihimbau untuk mendukung timnya dari rumah saja.

Laga kali ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 6 Oktober 2018 dan di gelar di markas laskar singo edan yakni di Stadion Kanjurhan, Malang. Bermain di kandang sendiri tentu menjadi salah satu keuntungan yang dimiliki laskar singo edan. Karena mereka bermain di kandang sendiri sudah pasti mereka akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenangkan laga pada hari itu karena mereka ditonton langsung oleh ribuan aremania dan juga laskar bajul ijo merupakan rival dari laskar singo edan sejak dulu. Apalagi aremania merupakan salah satu suporter yang sangat loyal dan setia pada timnya di liga 1 senior ini namun perselisihan mereka dengan bonek nampaknya bisa menimbulkan sedikit gesekan dari kedua kubu tersebut.

Pada awal babak pertama laskar bajul ijo berinisiatif untuk melakukan percobaan serangan terlebih dahulu dan percobaan ini terbukti efisien. Pada menit ke 6 tim laskar bajul ijo mendapat peluang terlebih dahulu lewat sepakan pojok yang didapatkanya. Namun sayangnya peluang ini tak dimanfaatkan dengan baik sehingga tak berbuah gol. Setelah diserang, laskar singo edan pun berusaha bangkit dan mencoba melakukan penyerangan ke lini pertahanan dari laskar bajul ijo. Namun sayangnya lagi-lagi serangan ini tak membuahkan hasil apapun karena tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Dari 15 menit pertama pertandingan tersebut tim tuan rumah yakni laskar singo edan terlihat lebih bisa menguasai jalanya pertandingan.

Pertandingan tersebut lama kelamaan rupanya semakin memanas. Kedua tim tersebut mulai bermain dengan keras apalagi dari kubu tim tuan rumah yakni laskar singo edan yang terlihat sangat terburu-buru dalam bermain dan terlalu berambisi untuk mencetak gol. Meskipun keras namun masih dalam batas yang wajar karena memang dalam permainan pelanggaran tak bisa terelakkan. Dan pada menit ke 24 petaka datang kepada kubu laskar bajul ijo karena salah satu pemainya mendapat hadiah kartu kuning dari wasit karena dianggap melanggar salah satu pemain laskar singo edan. Pemain tersebut adalah Abu Rizal yang menjatuhkan Sunarto saat mencoba melakukan serangan. Skor 0-0 pun tak berubah hingga laga usai.

Di babak kedua kondisi permainan pun seakan tak berubah. Tim tuan rumah yakni laskar singo edan terus melancarkan serangan ke lini pertahanan dari laskar bajul ijo karena memang mereka memiliki ambisi yang cukup kuat untuk memenangkan pertandingan kali ini mengingat mereka bermain di kandang sendiri. Dan pada menit ke 58 laskar singo edan melakukan pergantian pemain. Pergantian pemain tersebut terjadi antara Sunarto yang keluar dan digantikan oleh Nur Hadianto. Dan memang pergantian ini cukup efektif karena 12 menit setelah Nur Hadianto masuk ia dapat mencetak gol ke gawang laskar bajul ijo dan membuat skor menjadi 1-0. Skor ini bertahan hingga laga usai.